Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Menpora Dinilai Lamban Sikapi Kasus La Nyalla

Kamis 31 Mar 2016 11:50 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Menpora Imam Nahrawi memberikan keterangan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (26/2).

Menpora Imam Nahrawi memberikan keterangan di Kantor Kemenpora, Jakarta, Jumat (26/2).

Foto: Antara/Wahyu Putro A

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Saat ini momen yang paling tepat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk mengambil kebijakan dalam perbaikan di tubuh organisasi PSSI, kata mantan anggota tim normalisasi PSSI FX Hadi Rudyatmo.

"Saya menilai Menpora kelihatan kurang cepat mengambil sikap dalam perbaikan pengurus PSSI, padahal sekarang ini momen yang paling tepat untuk melakukan perbaikan di organisasi sepakbola tersebut," kata mantan anggota tim normalisasi PSSI FX Hadi Rudyatmo di Solo, Kamis (31/3).

Semestinya Menpora dengan melihat situasi seperti ini segera mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan di tubuh organisasi PSSI. Ia mengatakan saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengambil kebijakan strategis dalam menyelamatkan persepakbolaan Indonesia.

"Ya La Nyalla Mattalitti dikabarkan telah kabur ke luar negeri lantaran tidak mau memenuhi panggilan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait kasus korupsi dana hibah senilai Rp 5,3 miliar rupiah sebagai tersangka," katanya.

La Nyalla Mattalitti Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur sekaligus Ketua Umum PSSI ini pun telah resmi ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang alias DPO Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Menpora Imam Nahrowi dalam hal ini juga harus segera mencabut pembekuan PSSI. Setelah itu melaporkan permasalahan yang dihadapi ketum PSSI dan kondisi PSSI kepada FIFA untuk kemudian ditindak lanjuti dengan Kongres Luar Biasa KLB, kata FX Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy.

Pemerintah memang harus mengedepankan asas praduga tidak bersalah, akan tetapi momentum saat ini bisa dimanfaatkan untuk bersikap. Rudy mendorong Menpora untuk sesegera mungkin menggelar KLB, sebab pelaksanaan SEA GAMES suda sangat mepet.

Jika hal ini tidak segera disikapi kemungkinan Kesebelasan Timnas tidak bisa bertanding dalam SEA Games mendatang, kata Rudy.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA