Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Sabtu, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Gusti Randa Mundur dari Kepengurusan PSSI

Kamis 21 Apr 2016 16:11 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Citra Listya Rini

Gusti Randa

Gusti Randa

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu pejabat tinggi di Federasi Sepak Bola Nasional (PSSI), Gusti Randa mundur dari kepengurusan induk sepak bola Tanah Air tersebut. Kepentingan pribadi menjadi alasan dan menyebab langkah mundur pegiat sepak bola nasional itu.

Gusti menyatakan mundur dari struktur kepengurusan PSSI untuk dua jabatan sekaligus. Mantan pesohor perfilman Indonesia era 1980-an itu, saat ini juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (ExCo) PSSI di bawah kepengurusan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti periode 2015 sampai dengan 2019.

Selain menjadi komite tertinggi di struktur kepengurusan federasi nasional, Gusti juga menjabat sebagai Ketua Forum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Seluruh Indonesia. Jabatan itu juga punya masa periode yang sama. "Ya benar. Surat pengunduran diri saya itu benar," kata Gusti kepada wartawan, Kamis (21/4).

Menengok surat pengunduran dirinya itu, Gusti sebetulnya menyatakan mundur terhitung sejak Rabu (20/4). Surat tersebut, dia kirimkan kepada Wakil Ketua Umum PSSI Hintja Panjaitan. Dalam surat tersebut, selain menjadikan persoalan pribadi sebagai alasan pengunduran diri, Gusti juga menyebut keluarga sebagai alasan pengunduran dirinya.

Gusti menjelaskan sebetulnya alasan pribadi itu, karena dirinya tak ingin ada perpecahan di ExCo PSSI dan Forum Asprov. Kata dia, ada faktor rangkap jabatan di dua pos kepengurusan federasi nasional itu. Apalagi kata dia, selain mengisi dua jabatan itu, nama Gusti juga ada sebagai Ketua Umum Asprov DKI Jakarta.

Agar diketahui, sejumlah jabatan yang dimiliki Gusti di kepengurusan PSSI itu, membuat laki-laki kelahiran 1965 itu punya hak suara menentukan arah kepengurusan PSSI. "Saya mundur selain karena pribadi dan keluarga, juga tidak ingin bentrok. Saya aktif juga di Asprov Provinsi (DKI Jakarta)," ujar Gusti.

Nama Gusti di Kepengurusan PSSI sebetulnya punya cukup pengaruh. Selama kisruh antara pemerintah dan PSSI, dia vokal untuk membela kepentingan organisasinya. Pada Jumat (15/4), Gusti menjadi personal yang menjembatani antara pemerintah dan Asprov bersama klub-klub peserta ISC 2016, untuk menyambangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.

Dalam pertemuan tersebut, Juru Bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot Dewa Broto mengungkapkan salah satu hasil penting kesepakatan tentang sepak bola nasional. Yaitu menjamin soal terkabulnya penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang dimintakan Asprov dan klub-klub sepak bola nasional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA