Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Tiga Pemilik Suara Hadiri Undangan PSSI

Selasa 31 May 2016 22:18 WIB

Red: Israr Itah

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Foto: Ist

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akhirnya, sejumlah anggota PSSI yang menginginkan Kongres Luar Biasa (KLB) digelar mendatangi kantor otoritas sepak bola nasional itu untuk menjalani verifikasi pada Selasa (31/5). Sebelumnya pada hari pertama Senin (30/5) tak satu pun para pemilik suara yang diundang datang ke kantor PSSI di Senayan.

PSSI mengundang pemilik suara (voter) yang menamakan diri sebagai Kelompok 85 (K-85) pada Senin, namun tak satu pun yang hadir. Pada Selasa, dari 15 voter yang diundang, ada tiga perwakilan yang datang. Mereka yakni Syamsurizal Idris (Ketua Asprov Bengkulu), Budiman A Dalimunthe (Sekretaris Klub Persija Muda), dan Gusti Randa (Ketua Asprov DKI Jakarta). Agenda pertemuan dimulai pukul 14.00 WIB.

Dalam memverifikasi surat dan dialog dengan anggota, PSSI dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Erwin Dwi Budiawan serta dibantu oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) Tony Aprilani dan Sekjen Azwan Karim. Hal itu sesuai dengan hasil rapat Exco pada 23 Mei lalu. 

“Alhamdulillah tadi dialog dan pembicaraan kita berjalan lancar dan kondusif. Kami senang mereka yang sudah diundang dapat hadir dan kami berterima kasih atas kedatangan mereka ke sini,” ungkap Erwin dikutip dari laman resmi PSSI.

“Akhirnya kami bisa menyampaikan secara langsung kepada mereka bahwa sekali lagi saya katakan kalau PSSI hanya ingin menjelaskan syarat-syarat yang harus dilengkapi apabila ingin mengajukan KLB supaya dapat diakui atau sah oleh FIFA dan AFC," ujar Erwin. 

Ia mengatakan PSSI tidak alergi dan anti-KLB. Namun, kata dia, tentu ada tata cara dan harus sesuai dengan aturan di dalam statuta dan kode pemilihan. 

"Dengan adanya pemanggilan verifikasi ini kami berharap dapat berkomunikasi dan berdiskusi dengan anggota PSSI. Untuk bersama-sama memahami situasi. Tidak ada niat apapun selain untuk menjalani statuta sepenuhnya. Mudah-mudahan kita bisa melakukan langkah awal yang baik setelah pembekuan FIFA dicabut," ungkap Azwan.

Sementara itu, Syamsurizal Idris selaku Ketua Asprov Bengkulu mengatakan usai pertemuan bahwa dia setuju saja kalau itu arahnya harus KLB.

“Tadi pembicaraan kami berjalan baik. Kami dari Asprov Bengkulu pada dasarnya setuju saja kalau kondisi saat ini mengharuskan arahnya ke KLB. Tetapi harus ditekankan di sini bahwa semua itu sesuai dengan statuta dan berjalan sesuai aturan dan mekanisme organisasi. Karena kita ini di Bengkulu berada dibawah PSSI serta tidak mau ada pihak lain yang tidak bertanggung jawab merusak momentum ini,” ujar Syamsurizal.

Verifikasi dan dialog ini akan terus PSSI lakukan secara bertahap. Gelombang pertama akan berakhir pada Rabu (1/6) besok. Lalu setelah itu ada lagi pemanggilan untuk verifikasi dan dialog mulai 13 Juni.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA