Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Halo Liverpudlian, Brendan Rodgers Kini Sangat Bahagia

Sabtu 08 Apr 2017 21:16 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Andri Saubani

Brendan Rodgers

Brendan Rodgers

Foto: REUTERS/Darren Staples

REPUBLIKA.CO.ID, Brendan Rodgers pernah hampir jadi pahlawan ketika nyaris mengantarkan Liverpool memutus puasa gelar juara Liga Primer Inggris. Namanya kemudian dielu-elukan di sebagian Merseyside. Sebagian, karena tak seluruhnya masyarakat di daerah barat Inggris itu mendukung Liverpool. Selain Liverpudlian, di sana juga banyak tersebar pecinta Everton, tetangga sekota Liverpool.

Sayang, ketika sudah sangat dekat dengan trofi juara pada musim 2013/2014, tim besutannya terjungkal mendekati akhir musim. Perjalanannya kemudian mendadak suram hingga akhirnya dipecat November 2015 silam.

Seiring waktu, kekaguman dan kecintaan para Liverpudlian kepada Rodgers pun luntur. Kedatangan pelatih tenar asal Jerman, Juergen Klopp semakin menggantikan sosok mantan pelatih Swansea itu di hati Big Reds (basis pecinta Liverpool).

Kini, justru Rodgers malah menemukan kebahagiaan besar usai sempat menjalani masa suram di Liverpool. Bersama kapal barunya, Glasgow Cetic, Rodgers berhasil berlayar menuju samudera kesuksesan.

Belum genap setahun menahkodai tim Liga Skotlandia itu, Rodgers sudah mengantarkan Celtic mengantongi dua gelar domestik. Yakni, trofi Liga Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia. Raihan dua gelar ini tak sembarangan. Di buku sejarah Celtic, Rodgers menuliskan prestasinya dengan tinta emas karena memberikan kedua trofi itu tanpa sekalipun mengalami kekalahan.

Kebahagiaan pria asal Irlandia Utara itu pun kini kian lengkap setelah resmi mendapatkan perpanjangan kontrak dari manajemn klub berjuluk the Bhoys ini. Secara resmi, Sabtu (8/4) pagi WIB, Rodgers diperpanjang kontraknya hingga 2021 mendatang.

Rodgers pun mengungkapkan kebahagiaannya. "Secara profesional dan personal, saya sangat bahagia di sini, jadi ini keputusan mudah untuk mengatakan 'iya' kepada tawaran klub (soal perpanjangan kontrak)," kata Rodgers dikutip dari ESPN, Sabtu.

Juru taktik yang memulai karier kepelatihan di Chelsea junior 2004 silam ini mengatakan, dia sangat beruntung sudah tepat memutuskan mau menangani Celtic akhir Mei 2016 lalu. Rodgers merasa terus dinaungi keberuntungan sejak menangani Celtic.

Periode 11 bulan di Celtic menurut dia merupakan salahsatu perjalanan terindah dalam hidupnya. Tak hanya secara karier, kehidupan keluarganya pun sangat indah di sana.

Dia menjelaskan, kerja sama dengan para pemain berjalan lancar. Interaksi sosialnya dengan penduduk Glasgow pun tak ada masalah.

Dengan segala modal dukungan tersebut, pelatih yang Januari lalu genap berusia 44 tahun ini punya mimpi besar untuk membawa Celtic tak hanya berjaya di kancah lokal. Tetapi, sanggup juga bicara banyak di panggung Eropa. "Kami diisi oleh banyak skuat muda, potensi ini masih sangat bisa kami kembangkan dan saya fokus untuk membantu klub ini," kata Rodgers.

Lalu apa kabar dengan Liverpudlian?. Para mantan pecinta Rodgers ini masih harus gigit jari dengan nasib klub kesayangannya. Meski punya pelatih sekaliber Klopp, belum satu pun prestasi membanggakan diraih. Malah hingga memasuki musim kedua Klopp di Anfield, Liverpool masih berkutat memburu tiket Liga Champions.

Punya sisa tujuh laga saja di ajang Liga Primer Inggris musim ini, Liverpool duduk di peringkat ketiga dengan 60 angka. Sekali terjungkal, the Kop bisa tergusur hingga ke peringkat keenam. Hal ini karena jarak dengan tiga peringkat di bawahnya Liverpool tak jauh terpaut angka.

Masalahnya, Manchester City (peringkat keempat), Arsenal (kelima), Manchester United (keenam) punya tabungan laga lebih banyak dibanding Liverpool yang sudah 31 kali bertempur. City baru bermain 30 kali dengan 58 angka.

Lalu Arsenal punya 54 angka dari 29 kali berlaga. Kemudian, MU yang juga baru bermain 29 kali dengan jumlah angka sama dengan the Gunners. Bila kembali luput bermain di Liga Champions seperti musim ini dan musim lalu, tentu ini jadi catatan kontras antara Liverpudlian dan sang mantan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA