Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Akibat Pikades, Persegres Pindah Stadion saat Jamu PS TNI

Sabtu 28 Okt 2017 08:13 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Endro Yuwanto

Pelatih Persegres Gresik United Hanafi (kiri).

Pelatih Persegres Gresik United Hanafi (kiri).

Foto: Media Persija

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persegres Gresik United dipastikan tidak menggunakan kandangnya, Stadion Petrokimia, Gresik, untuk menghadapi PS TNI, Sabtu (28/10). Persegres terpaksa pindah kandang ke Persela di Stadion Surajaya, Lamongan.

Salah satu penyebab tim berjulukan Laskar Joko Samudro mengungsi karena adanya pemilihan kepala desa di wilayah setempat.

"Kami berharap bisa bermain lebih baik di Lamongan daripada di Gresik. Itu karena kualitas rumputnya lebih bagus," ujar pelatih Persegres Hanafi seperti dikutip dari laman Liga 1, Sabtu (28/10).

Meski timnya tidak bisa bermain di markasnya, Hanafi mengaku tidak perlu ada yang dikhawatirkan terkait pindahnya kandang laga Persegres melawan PS TNI. Itu karena Stadion Surajaya lebih baik dibandingkan Stadion Petrokimia.

Oleh karena itu, Hanafi meminta para pemain untuk lebih siap melawan PS TNI dan maksimal dalam menambah poin. "Meski secara peringkat PS TNI di atas kami, namun kami mempunyai banyak pemain muda yang memiliki kecepatan. Dan, itu akan kami dijadikan senjata untuk membongkar pertahanan PS TNI," jelasnya.

Persegres sudah dipastikan akan turun kasta ke Liga 2 musim depan setelah mengalami periode buruk di Liga 1 musim 2017. Akibatnya, membuat beberapa pemain asing Persegres mempersiapkan diri untuk pindah ke klub lain. Hal itu karena sesuai regulasi di Liga 2 dilarang ada pemain asing di dalam suatu tim.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA