Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Pelatih Prancis: Semoga tak Ada Pemain Lain Senasib Evra

Sabtu 11 Nov 2017 19:14 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Endro Yuwanto

Patrice Evra

Patrice Evra

Foto: REUTERS/Darren Staples

REPUBLIKA.CO.ID,  PARIS -- Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps akan menghubungi Patrice Evra untuk memberikan dukungan kepada pemain 36 tahun tersebut.

Evra dipecat oleh Marseille dan dihukum delapan bulan larangan bermain sepak bola oleh Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) usai melakukan aksi tendangan 'kungfu' kepada fan Marseille beberapa waktu lalu.

"Saya akan menghubungi Evra secara pribadi. Saya tidak akan menanggapi apapun soal dia lewat media, saya lebih suka personal. Seperti saya biasanya," kata Deschamps ketika diminta tanggapan soal Evra dikutip dari ESPN, Sabtu (11/11).

Deschamps yang menjadikan Evra sebagai kapten Prancis di Piala Dunia 2016 lalu ini mengatakan, situasi yang dihadapi mantan pemain Manchester United itu sangat sulit.

Deschamps berharap, siapapun tak pernah lagi terlibat situasi yang serupa Evra. "Putusan sudah dijatuhkan. Yang terjadi sudah terjadi. Saya harap apa yang dialami Evra tidak terjadi kepada pemain lain," kata dia.

Evra terlibat keributan dengan suporter Marseille yang menerobos dari tribun penonton hingga ke sisi lapangan jelang laga kontra Vitoria di ajang Liga Europa beberapa pekam lalu. Evra kedapatan menendang wajah seorang fan Marseille dalam keributan tersebut. Tak lama, wasit memberikannya kartu merah.

Marseille pun memulai laga dengan kondisi bangku cadangan yang cuma diisi enam orang karena Evra telah diusir sebelum pertandingan dimulai. Pada laga tersebut, klub Ligue 1 Prancis itu kalah dengan skor 0-1 dari tuan rumah.

Atas kejadian ini, Evra dipecat klubnya dan harus menghilang dari kegiatan sepak bola yang dinaungi UEFA.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA