Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

PSSI Gandeng Jepang untuk Peningkatan Kualitas Sepak Bola

Ahad 10 Dec 2017 16:12 WIB

Rep: Bambang Noroyono / Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono

Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono

Foto: ROL/Havid Al Vizki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) menggandeng Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) untuk memajukan olah raga tersebut di dalam negeri. Kedua federasi negara tersebut sepakat bekerja sama agar membangun sepak bola yang lebih berkualitas.

Kerja sama kedua federasi tersebut terikat saat Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono bersama Sekjen Ratu Tisha Destria menyambangi Tokyo, sejak pekan lalu. Keduanya disambut wakil Presiden JFA Tashima Kozo dan Sekjen Kazumicihi Iwagami.

Ratu dalam rilis resmi federasi yang diterima wartawan, Ahad (10/12) menyampaikan, ada lima kerja sama yang disepekati kedua federasi. Pertama, pengembangan dan pendidikan wasit.

Kedua, pertukaran sistem manajemen federasi dan liga. Ketiga tentang pembinaan usia dini. Keempatm laga uji coba timnas semua level usia.

Terakhir, saling kerja sama dalam meningkatkan popularitas sepak bola di masing-masing negara. “Jadi kerja sama ini bukan cuma bicara tentang pemain, tetapi juga tentang wasit dan perangkat pertandingan, serta pelatih termasuk manajemen organisasi dan bisnis,” kata dia.

Djoko menjelaskan alasan PSSI memilih JFA sebagai mitra kerja sama. yakni, Jepang sebagai salah satu negara dengan perkembangan sepak bola yang lebih baik.

Dia menambahkan, selain Jepang, PSSI sebetulnya juga akan bekerja sama dengan negara-negara yang punya perkembangan sepak bola lebih baik ketimbang Indonesia. “Kami sangat berterima kasih kepada JFA yang membuka peluang kerja sama ini,” ujar Djoko. 

Namun, dia mengatakan, bukan cuma PSSI yang akan lebih banyak menimba kemampuan JFA membangun sepak bola di negaranya. Menurut dia, JFA pun akan belajar banyak dari Indonesia tentang menanamkan kultur sepak bola di masyarakatnya. 

“Mereka juga sedang berupaya keras untuk lebih mempopulerkan sepak bola bagi masyarakatnya,” sambung dia.

Terkait dengan kerja sama tersebut, ada peluang bagi timnas kedua negara untuk beruji tanding melawan Jepang. Dalam salah satu kerja sama, yaitu menyangkut soal laga persahabatan timnas kedua negara dari semua level usia.

Pada 2018, timnas Indonesia memang membutuhkan jam tanding yang lebih banyak dibandingkan tahun ini. Itu karena timnas Garuda diharuskan mempersiapkan diri tampil di Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia. 

Pelatih Luis Milla Aspas akan memainkan skuat kombinasi dengan menggabungkan pemain senior dan U-23. Timnas Jepang bakal menjadi lawan yang baik bagi Indonesia. 

Selain itu, Garuda U-19 juga akan menghadapi Piala Asia U-19 2018 yang juga akan digelar di Indonesia. Selama ini, U-19 pun juga minim jam tanding uji coba dengan negara-negara sepak bola seperti Jepang. Timnas U-16, juga akan mempersiapkan diri tampil di Piala Asia U-16 2018.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA