Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Wenger Kembali Kritik Wasit Usai Arsenal Ditahan Chelsea

Kamis 04 Jan 2018 08:30 WIB

Red: Israr Itah

Arsene Wenger

Arsene Wenger

Foto: EPA-EFE/FACUNDO ARRIZABALAGA

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Arsene Wenger kembali melancarkan kritik kepada pengadil pertandingan. Kali ini Anthony Taylor menjadi sasaran setelah memberikan hukuman penalti kepada Arsenal yang membuat Chelsea menyamakan kedudukan 1-1. Laga kedua tim di Stadiom Emirates, Kamis (4/1) dini hari WIB, berakhir imbang 2-2.

"Pertandingan sepak bola yang fantastis. Penyesalan yang kami miliki adalah kami yang pertama mencetak gol dan setelah itu kami mendapatkan keputusan yang lucu," kata Wenger dalam wawancara dengan Sky Sports.

Ia memprotes keputusan Taylor yang menilai Hector Bellerin melanggar Eden Hazard dalam situasi bola 50-50. Namun Hazard menilai keputusan wasit tepat dan tak perlu tayang ulang karena sepakan Bellerin mengenai kakinya. 

Tayang ulang mengonfirmasi pernyataan Hazard yang menunjukkan Bellerin terlambat sepersekian detik. Akan tetapi Wenger tak berpendapat demikian.

"Begini, sejak awal musim inilah yang harus kita terima, saya bilang itu keputusan yang lucu. Anda bisa memberi 10 penalti seperti itu dalam pertandingan.Anda bisa membaca surat-surat kabar asing apa yang mereka tulis tentang itu dan surat-surat Inggris dan Anda akan melihat perbedaan," kata dia.

Ia menuding pertandingan dirusak oleh faktor-faktor yang tidak dapat ditentukan oleh tim yang berlaga. Ia mengatakan, Arsenal hanya bisa terus bermain seperti yang mereka inginkan dan berharap segala sesuatunya berjalan baik untuk mereka.

"Kami tampak seperti mental kami ditembak dan bisa kalah. Kami memiliki sumber daya untuk kembali ke 2-2. Mungkin itu hasil yang adil," kata Wenger.

Wenger saat ini tengah didakwa berkomentar berlebihan terhadap wasit Mike Dean. Ia mengkiritik keras hadiah penalti yang diberikan Dean kepada West Bromwich Albion yang membuat laga berakhir 1-1.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA