Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Indra Sjafri: Liga 2 dan Liga 3 Harapan Cetak Bibit Baru

Selasa 09 Jan 2018 15:34 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Endro Yuwanto

Indra Sjafri

Indra Sjafri

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Mantan pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-19 Indra Sjafri mengatakan, pencari bakat untuk pemain masa depan skuat Garuda sangat berharap kepada Liga 2 dan Liga 3. Liga 2 dan Liga 3 diketahui tak memperbolehkan pemakaian jasa pemain asing sehingga ruang bagi pemain lokal untuk unjuk kebolehan terbuka lebar.

"Saya berharap Liga 2 dan Liga 3 jadi wadah untuk kita memberikan kesempatan kepada pemain muda," kata Indra di Jakarta, Selasa (9/1).

Indra menyebut Liga 1 merupakan kompetisi yang benar-benar sudah profesional. Liga 1 diharapkan terus tumbuh menjadi industri sepak bola yang maju. Tujuannya guna mengangkat pamor sepak bola Indonesia di mata dunia.

Liga 1 memperbolehkan semua klub menggunakan pemain asing. Masing-masing tim punya hak memiliki empat pemain asing. Satu marquee player, dua pemain asing non-Asia, dan satu pemain asing Asia.

Indra melihat terkadang kehadiran pemain asing di posisi tertentu menutup kesempatan pemain lokal menjadi pemain inti. Salah satu posisi yang didominasi pemain asing Liga 1, lanjut dia adalah striker. Akibatnya, pelatih timnas kesulitan mencari striker mumpuni.

Tapi Indra menyatakan, bukan berarti Liga 1 harus mengurangi kuota pemain asing. Bagaimanapun juga kata, pelatih asal Sumatra Barat itu, pemain asing membantu mengangkat brand sepak bola Indonesia. Selain itu, pemain impor juga berkontribusi meningkatkan kualitas klub dan pertandingan Liga 1.

"Liga 1 benar-benar profesional. Kalau tak ada asing akan sulit kelola sepak bola jadi industri profesional. Kalau bicara industri, bicara brand, daya tarik pemain asing ini sangat membantu," jelas Indra.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA