Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Sabtu, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 Februari 2020

Guardiola Berharap tak Ada Pemain Cedera Lawan West Bromwich

Rabu 31 Jan 2018 08:02 WIB

Rep: Gilang Akbar Prambadi/ Red: Israr Itah

Gelandang serang Manchester City Leroy Sane (kanan) jatuh setelah dilanggar pemain Cardiff City Joe Bennet dalam pertandingan babak keempat Piala FA di Cardiff City, Senin (29/1) dini hari WIB.

Gelandang serang Manchester City Leroy Sane (kanan) jatuh setelah dilanggar pemain Cardiff City Joe Bennet dalam pertandingan babak keempat Piala FA di Cardiff City, Senin (29/1) dini hari WIB.

Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth
Guardiola ingin melanjutkan kampanyenya soal perlindungan pemain di lapangan.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Pelatih Manchester City Josep Guardiola berharap laga timnya kontra West Bromwich Albion (WBA) tidak akan memakan korban. Kedua tim akan beradu kemampuan pada laga pekan ke-25 Liga Primer Inggris di Stadion Etihad, Kamis (1/2) dini hari WIB. Dalam hal ini, Guardiola ingin melanjutkan kampanyenya soal perlindungan pemain di dalam lapangan oleh wasit. 

Keresahan Guardiola atas sikap korps baju hitam yang dianggapnya tak melindungi pemain sempat memuncak akhir pekan lalu saat City menghadapi Cardiff City. Usai laga babak keempat Piala FA di markas Cardiff tersebut, City harus pulang dengan kondisi winger Leroy Sane mengalami cedera serius akibat tekel lawan.

(Baca: Guardiola: Sane akan Absen Setidaknya Enam Pekan)

Menurut Guardiola, hal-hal yang merugikan keselamatan pemain harus bisa direduksi. Untuk itulah, pelatih asal Spanyol ini tak mau timnya kembali menghadapi pertandingan yang kasar.

Guardiola berharap wasit akan melindungi para pemainnya ketika menghadapi WBA. "Apakah saya takut pemain saya cedera?. Tentu saja, ini sudah saya sampaikan berkali-kali, harus ada yang melindungi pemain, dan orang itu adalah wasit," kata Guardiola dikutip dari Express, Selasa (30/1).

Mantan pelatih Barcelona ini menyindir pihak-pihak yang membiarkan terjadinya pertandingan kasar di lapangan. Menurut Guardiola, sulit untuk sebuah tim untuk bisa meraih prestasi andai harus menjalani pertandingn yang dipenuhi aksi-aksi kasar.

Guardiola paham, semua tim berhak untuk memilih gaya permainan melawan pasukannya. Termasuk dengan memperlihatkan permainan keras. Untuk itulah, Guardiola meminta wasit untuk bisa menjadi juru adil di lapangan.

"Saya hanya mau tim saya bermain untuk menang melawan WBA dan bukan untuk menyakiti para pemainnya. Saya harap hal serupa juga dipikirkan oleh WBA," kata Guardiola.

Saat ini City masih berdiri di puncak klasemen dengan 65 angka. Sementara itu, WBA ada di peringkat ke-19 dengan 20 angka.

Pelatih WBA Alan Pardew tak mau memusingkan seperti apa jalannya pertandingan di Etihad nanti. Pardew mengatakan, saat ini WBA sedang dalam performa meningkat. 

WBA sukses meraup tiga kemenangan dan satu seri dalam empat pertandingan terakhir. Satu dari tiga kemenangan yang diraih terjadi ketika the Baggies mengalahkan Liverpool pada babak keempat Piala FA di Anfield akhir pekan lalu.

Pelatih Inggris ini pun tak mau gaya permainan kick and rush ala tim-tim negeri Ratu Elizabeth yang membawa dampak positif bagi timnya harus menghilang ketika menghadapi City. Terlebih, saat ini WBA baru kedatangan dua pemain anyar yang direkrut pada bursa transfer musim dingin Eropa 2018. Mereka adalah striker Daniel Sturridge dan bek Ali Gabr.

"Kami kedatangan dua penggawa yang sangat penting jelang melawan City. Ini akan jadi pertandingan yang hebat," kata Pardew

Pardew mengatakan, WBA harus bisa mengatasi City agar tidak semakin terjerembab di zona merah. Walau berat, Pardew berharap pasukannya mampu pulang dari Etihad dengan membawa poin.

"Misi kami adalah bertahan di Liga Primer Inggris jadi kami tak mungkin membiarkan City membuat posisi kami semakin sulit di klasemen," kata Pardew.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA