Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Pelita Jaya Akui Kepercayaan Diri Tinggi SM Pertamina

Jumat 20 Apr 2018 06:53 WIB

Red: Hazliansyah

Pebasket Satria Muda Pertamina Dior Alexandros Lowhorn melakukan slamdunk melewati hadangan pemain Pelita Jaya pada pertandingan final pertama IBL 2018 di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (19/4) malam.

Pebasket Satria Muda Pertamina Dior Alexandros Lowhorn melakukan slamdunk melewati hadangan pemain Pelita Jaya pada pertandingan final pertama IBL 2018 di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (19/4) malam.

Foto: Edwin Dwi Putranto/Republika
Pelita Jaya kalah 63-73 dalam pertandingan yang berlangsung di Britama Arena

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Pelita Jaya (PJ) Basketball Johannis Winar menyebutkan kepercayaan diri tinggi menjadi salah satu kunci kemenangan Satria Muda (SM) Pertamina atas timnya dalam gim pertama final IBL Pertalite 2017/2018, Kamis (19/4) malam tadi. Pelita Jaya kalah 63-73 dalam pertandingan yang berlangsung di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta.

"Pemain mereka berlaga dengan nyaman karena sudah punya kepercayaan diri. Seperti Hardianus, yang menembak dari mana saja bisa masuk," ujar Ahang, sapaan Johannis, usai pertandingan kedua tim di Britama Arena, Jakarta, Kamis.

Hardianus, point guard SM, memang seolah menjadi refleksi betapa akuratnya tembakan-tembakan pemain SM dalam pertandingan tersebut.

Catatan tiga poin pemain berusia 26 tahun itu mencapai 100 persen, tiga kali berhasil dari tiga kali percobaan. Persentase "field goals"-nya bahkan 80 persen, tertinggi dari semua pebola basket yang berlaga malam itu.

SM sendiri sebagai tim bisa membuat persentase "field goals" 40 persen, lebih tinggi daripada PJ yang hanya 30 persen.

"Kami memberikan SM momentum untuk menang. Pertahanan kami juga kurang rapih," kata Ahang.

Terkait momentum yang hilang, kapten Pelita Jaya Ponsianus Nyoman Indrawan mengakuinya.

"Kami memulai laga dengan lambat," tutur pria yang sering dipanggil Koming itu.

Hasil di laga pertama di final IBL 2017-2018 yang berformat "best of three" membuat SM untuk sementara memimpin final dengan kedudukan 1-0 dan tinggal memerlukan satu kemenangan lagi untuk menjadi juara IBL 2017-2018.

Pertandingan kedua final IBL 2017-2018 akan berlangsung pada Sabtu (21/4) di Hall A Basket Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB), Kuningan, Jakarta, yang menjadi markas Pelita Jaya. GMSB juga akan menjadi arena untuk laga ketiga, Minggu (22/4), jika kedudukan final imbang 1-1.

Namun, partai kedua dipastikan tidak mudah untuk SM sebab PJ bertekad membalas kekalahannya di pertandingan pertama.

"Kami harus membuat pertandingan ketat sejak awal. Kami ingin bangkit dan merebut gim itu," ujar Ahang.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA