Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Bos Ducati Ultimatum Dovizioso Soal Perpanjangan Kontrak

Senin 14 May 2018 08:49 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Hazliansyah

Andrea Dovizioso

Andrea Dovizioso

Foto: EPA-EFE/AHMAD YUSNI
Negosiasi yang panjang buat Dall'lgna nyaris kehilangan kesabaran menghadapi Dovi

REPUBLIKA.CO.ID, MUGELLO -- Bos Ducati, Gigi Dall'Igna mengultimatum Andrea Dovizioso tentang keberlanjutannya di The Reds. Negosiasi yang panjang tampaknya membuat Dall'Igna nyaris kehilangan kesabaran menghadapi Dovi.

Pembalap Italia yang juga runner up di Kejuaraan Dunia MotoGP 2017 itu di bawah tekanan. Masa depannya semakin tak pasti karena seluruh tim pabrikan besar telah memperbaharui kontrak dengan pembalap masing-masing.

"Saya pikir kami harus menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Kami masih bernegosiasi dengan Andrea dan itu bukan negosiasi yang mudah. Saya pikir Dovi akan memberi tahu kami 'ya' atau 'tidak' di Mugello," kata Dall'Igna, dilansir dari GP One, Senin (14/5).

Dall'Igna juga membahas masa depan Jorge Lorenzo. Ada desas-desus menyebutkan Andrea Iannone kemungkinan akan kembali lagi menunggangi desmosedici.

"Saat ini kami memiliki prioritas dan itu adalah pembaharuan kontrak dengan Dovi. Adapun Lorenzo, saya kurang senang mengatakannya. Hal yang sama berlaku untuk Jorge untuk semua ducatisti," katanya.

Perhatian Dall'Igna kemudian beralih ke tes Mugello baru-baru ini. The Majorcan tampaknya menggunakan rangka baru.

"Ini bukan rangkai baru. Itu sama seperti yang digunakan Dovi selama tes musim dingin dan di awal musim. Kami berkesempatan mengujinya lewat Dovi di Qatar dan perbedaannya tak begitu besar. Dengan Lorenzo, kami lebih memilih menunggu waktu yang tepat. Setelah balapan Jerez, kami pikir sudah saatnya dia mengadopsi bingkai ini," kata Dall'Igna.

Dall'Igna mengakui dirinya tidak senang dengan hasil Ducati di musim awal ini. Namun, dia kadang senang melihat kecepatan Lorenzo saat latihan. Dia mengakui tidak mudah menunggangi motor Honda dan Ducati setelah dari Yamaha.

"Saya mengatakan ini karena masing-masing sepeda motor memiliki karakteristik berbeda. Ini berlaku juga untuk gaya mengemudi," sebutnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA