Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Komentar Pedas Buffon Berbuah Larangan Tiga Laga dari UEFA

Selasa 05 Jun 2018 21:00 WIB

Red: Israr Itah

Kiper Juventus Gianluigi Buffon meninggalkan pertandingan setelah diganjar kartu merah dalam pertandingan babak perempat final leg kedua Liga Champions menghadapi Real Madrid, Kamis (12/4) dini hari WIB.

Kiper Juventus Gianluigi Buffon meninggalkan pertandingan setelah diganjar kartu merah dalam pertandingan babak perempat final leg kedua Liga Champions menghadapi Real Madrid, Kamis (12/4) dini hari WIB.

Foto: AP Photo/Francisco Seco
Buffon sangat marah kepada wasit asal Inggris, Michael Oliver.

REPUBLIKA.CO.ID, NYON -- Komentar pedas gianluigi buffon kepada wasit saat juventus dikalahkan Real Madrid pada perempat final liga champions 2017/2018 berbuah hukuman. UEFA menjatuhkan hukuman larangan bermain kepada mantan kiper Juventus itu untuk tiga pertandingan antarklub Eropa, tergantung klub yang akan diperkuat Buffon musim depan. Hukuman ini diumumkan oleh UEFA pada Selasa (5/6).

"Badan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA telah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada pemain Juventus Gianluigi Buffon untuk tiga pertandingan di kompetisi UEFA di mana dia bisa bermain," kata pernyataan resmi UEFA dikutip Reuters.

Buffon sangat marah kepada wasit asal Inggris, Michael Oliver, yang memimpin laga di Santiago Bernabeu, Madrid. Sebab, Oliver memberikan hadiah penalti kepada Madrid pada pengujung laga.

Kiper berusia 40 tahun ini kemudian berteriak dan mendorong Oliver. Sang wasit pun mengacungkan kartu merah kepada Buffon.

Cristiano Ronaldo kemudian berhasil mengeksekusi penalti sehingga hasil akhir menjadi 3-1 untuk kemenangan Juventus. Akan tetapi, Madrid tetap lolos ke semifinal dengan agregat 4-3 berbekal kemenangan 3-0 pada leg pertama.

Buffon mengkritik Oliver setelah pertandingan. Ia mengatakan, Oliver tidak memiliki hati di dalam dadanya, tetapi di tempat sampah. Buffon mengatakan, jika wasit Inggris itu tidak memiliki karakter untuk memimpin laga ketat seperti Juventus vs Madrid, seharusnya dia duduk di tribun bersama istri dan anak-anaknya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA