Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Neymar Jelaskan Aksi Pura-puranya di Piala Dunia 2018

Senin 30 Jul 2018 19:37 WIB

Red: Didi Purwadi

Neymar

Neymar

Foto: EPA-EFE/Sergey Dolzhenko
Neymar mengaku masih harus belajar mengatasi rasa frustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Neymar dipermalukan di seluruh dunia karena aksinya berpura-pura terjatuh dan kesakitan saat berlaga di Piala Dunia 2018 di Rusia. Striker andalan timnas Brasil itu mengakui terdapat reaksi-reaksi 'berlebihan' sambil mengatakan dirinya masih harus belajar mengatasi rasa frustrasi.

Pada video yang dibuat untuk sponsornya, Gillette, Neymar berupaya memenangi kembali hati para penggemar yang mengkritik tingkah lakunya tersebut. Video berdurasi 90 menit itu dipublikasikan melalui akun-akun media sosial dan televisi Brasil.

''Pul sepatu di betis saya, lutut di punggung saya, injakan di kaki saya,'' ujarnya. ''Anda mungkin berpikir saya berlebihan dan terkadang saya benar-benar berlebihan. Namun, faktanya adalah bahwa saya disakiti di lapangan.''

Neymar mengakui, masih terdapat sosok anak-anak di dalam dirinya. Terkadang, ia terpesona dengan dunia, tetapi terkadang ia mengganggu dunia.

Mantan pemain Barcelona dan Santos berusia 26 tahun itu mengatakan kepada para penggemar di kampung halamannya bahwa ia berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik. Ia mengatasi kekecewaan sepak bola yang dibebankan kepadanya.

''Ketika saya terlihat kasar, itu bukan karena saya adalah anak yang manja, itu karena saya belum belajar mengatasi rasa frustrasi,'' katanya melalui 'voice over' di video hitam-putih itu.

Neymar mengatakan, dia memerlukan waktu untuk menerima kritik fan. Ia membutuhkan waktu untuk melihat ke cermin dan mengubah diri menjadi pria dewasa yang baru.

Neymar menegaskan, telah hadir dengan wajah baru dan hati terbuka. Ia mengaku kecewa, tetapi itu hanya kekecewaan untuk dapat bangkit kembali.

''Anda dapat terus melemparkan batu-batu atau menjauhkan batu-batu itu dan membantu saya berdiri. Ketika saya bangkit dengan kedua kaki saya, seluruh Brasil bangkit bersama saya,'' kata Neymar.

Penyerang Paris St Germain (PSG) ini berharap Piala Dunia 2018 bisa mendongkrak dirinya sehingga memiliki status serupa, seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Kedua pemain itu bergantian menjadi Pemain Terbaik Dunia dalam satu dekade terakhir.

Tetapi sayang, Neymar dan Brasil justru tersingkir di fase perempat final ketika mereka kalah dari Belgia. Para penggemar tidak terlalu fokus pada permainannya, tapi lebih melihat aksi-aksi diving dan air mata yang Neymar keluarkan.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA