Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Pelatih Persib Dukung Perombakan Komdis PSSI dan Wasit

Jumat 03 Aug 2018 07:18 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Mario Gomez

Mario Gomez

Foto: REPUBLIKA/Hartifiany Praisra
Gomez meyakini evaluasi diperlukan agar sepak bola Indonesia terus berkembang

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PSSI akan merombak Komisi Disiplin, Banding dan Wasit saat kompetisi Liga 1 dan Liga 2 libur masa Asian Games 2018. Hal itu dilakukan sebagai pembenahan dari PSSI.

Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez mendukung langkah federasi sepak bola Indonesia itu. Menurutnya, penting bagi PSSI untuk melakukan evaluasi agar sepak bola Indonesia berkembang. 

"Jika itu adalah hal yang baik tentu itu bagus," kata Gomez di Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Kamis (2/8). 

Dia mengakui, selama tujuh bulan bersama Persib sudah memperhatikan bagaimana Komdis dan wasit dalam mengambil keputusan. Maklum, Persib merupakan langganan Komdis dan Gomez selalu mengomel atas sanksi bagi timnya. 

"Contohnya Komdis, mereka terus memberikan sanksi, sanksi, sanksi, tapi sebelumnya tidak ada soal pembelaan dari pemain, pelatih kepala, asisten," jelas Gomez.

Gomez memberi masukan ketika sebuah tim diberikan sanksi untuk diberikan kesempatan berbicara. "Tidak masalah memberikan sanksi, tapi tolong sebelumnya biarkan saya berbicara, lihat dulu videonya, diskusi, setelahnya silakan putuskan pelanggaran itu," tegas pelatih berusia 61 tahun ini.

Serupa dengan Komdis, Gomez sering kali mengeluhkan kepemimpinan wasit. Dia menuturkan, perlu adanya keterbukaan atas keputusan wasit di lapangan.

"Juga soal peraturan di gim (permainan), disini terlalu banyak kekerasan, satu pemain lari, terus jatuh, tidak ada apa-apa, harusnya minimal kartu kuning, kedua kartu merak. Ini terjadi bukan cuma pada tim kita, tapi tim lain juga," kata mantan juru taktik Johor Darul Tazim ini.

Menurutnya, keputusan wasit di tiap pertandingan terhadap pelanggaran keras selalu berbeda. Dia kemudian membandingkan bagaimana wasit di negaranya, Argentina.

"Mereka juga banyak kekerasan disana, tapi wasit juga akan terus berganti," tegasnya.

Menurutnya, PSSI harus mempertahankan wasit yang bekerja dengan baik dipertandingan. Selebihnya, PSSI setidaknya harus mengganti wasit yang kurang baik dengan yang baru."Jika kamu terus lakukan ini (pelanggaran keras tanpa sanksi), itu akan melukai pemain dan itu tidak bagus," tutupnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA