Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Air Mata Kebanggaan Boban untuk Modric

Selasa 25 Sep 2018 14:40 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Endro Yuwanto

Zvonimir Boban

Zvonimir Boban

Foto: www.rtl.hr
Modric menyebut Boban sebagai inspirasinya saat masih menjadi pesepak bola junior.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ada satu tamu di Royal Festival Hall, London, Inggris, yang tak henti mencucurkan air mata saat Luka Modric menerima penghargaan gelar pemain terbaik dunia FIFA, Senin (24/9) malam WIB. Dia adalah legenda Kroasia, Zvonimir Boban.

Boban merupakan legenda Kroasia yang vokal terhadap isu-isu terkini tentang sepak bola dunia dan sepak bola Kroasia. Boban tak kuasa menahan air mata saat Modric naik ke panggung untuk memberikan kata sambutan setelah namanya diumumkan sebagai The Best FIFA Football Awards 2018.

Baca Juga

photo
Luka Modric dengan trofi Pemain Terbaik FIFA 2018.


Apalagi, nama Boban disebutkan oleh Modric dalam kata sambutannya. Ia menyebut Boban sebagai inspirasinya saat masih menjadi pesepak bola junior.

"Saya sangat berterima kasih kepada idola saya, kapten Kroasia di Piala Dunia 1998 Prancis, inspirator luar biasa, Zvonimir Boban. Dia memberi inspirasi untuk memberikan yang terbaik kepada Kroasia," kata Modric dikutip dari Marca, Selasa (25/9).

Boban hadir di acara penganugerahan pemain terbaik dunia dalam kapasitas sebagai Deputi Sekretaris Umum FIFA. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi mantan bintang AC Milan itu melihat juniornya menjadi pemain terbaik.

Boban menjadi kapten Kroasia di Piala Dunia Prancis 20 tahun silam. Boban ketika itu membawa Kroasia sampai babak empat besar Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Kroasia menjadi juara ketiga di Piala Dunia 1998 Prancis.

Prestasi itu diperbaiki generasi Modric tahun ini. Kroasia menjadi finalis Piala Dunia untuk pertama kali di Rusia. Sayangnya, Kroasia gagal juara setelah ditaklukkan Prancis 2-4.

Boban memang tak dimungkiri sebagai inspirator pemuda Kroasia di akhir era 1990-an. Ia manyabet sederet prestasi selama 10 tahun membela AC Milan.

Gelar prestisius Boban untuk pribadi adalah Ballon d'Or 1994. Selain Boban, Kroasia juga pernah memiliki Davor Suker. Suker pernah menjadi runner up Ballon d'Or 1998  setelah sukses membawa Krosia jadi juara tiga Piala Dunia Prancis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA