Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Minggu, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Bola Renggut Nyawa, Jokowi Minta Semua Pihak Duduk Bersama

Selasa 25 Sep 2018 14:52 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Endro Yuwanto

Jokowi

Jokowi

Foto: setkab.go.id
Yang terpenting adalah membahas bersama solusi mengatasi kekerasan para suporter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Joko Widodo ikut menyampaikan rasa duka cita terhadap korban kekerasan oknum suporter Persib Bandung, Haringga Sirla (23 tahun) setelah dikeroyok di area parkir Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Ahad (23/9). Haringga menjadi korban kesekian kalinya akibat kekerasan dalam sepak bola.

Karena itu, Jokowi telah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), PSSI, dan juga kelompok suporter untuk duduk bersama membahas masalah kekerasan dalam sepak bola Indonesia.

"Saya sudah minta juga kepada Kemenpora, PSSI, dan kelompok-kelompok suporter untuk duduk bersama, mengatasi agar kejadian ini tidak terulang lagi. Ini sudah bolak balik ada lagi. Harus ada sebuah komitmen bersama-sama agar kejadian itu tidak terulang," ujar Jokowi di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (25/9).

Menurut Jokowi, penjatuhan sanksi untuk klub sepak bola yang suporternya melakukan kekerasan pun juga tak menjamin masalah ini akan berhenti. Karena itu, ia menekankan, yang terpenting adalah membahas bersama solusi mengatasi kekerasan para suporter.  "Ya kalau ada sanksi lebih baik. Tapi sanksi pun juga tidak menjamin. Yang paling penting duduk bersama, Menpora, PSSI, kelompok-kelompok suporter, terutama yang fanatik-fanatik, duduk bersama. Ada apa. Itu yang diselesaikan," kata dia.

Presiden mengingatkan agar para suporter tak bersikap fanatik yang berlebihan sehingga memicu terjadinya kriminalitas. Ia menegaskan, setiap ajang olahraga harus menjunjung sportivitas. "Jangan sampai fanatisme yang berlebihan jadi kebablasan sehingga terjadi kriminalitas. Harus segera disetop, karena olahraga itu menjunjung sportivitas," ujar dia menegaskan.

Haringga Sirla, suporter Persija Jakarta, tewas setelah dikeroyok di area parkir GBLA pada Ahad (23/9) sekitar pukul 13.00 WIB menjelang pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta. Berdasarkan laporan Save Our Soccer, sejak tahun 1995 terdapat 63 suporter sepakbola Indonesia yang tewas akibat kekerasan. Khusus rivalitas Persib vs Persija, ada enam korban meninggal dunia, termasuk Haringga.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA