Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Viking: Semua Pihak Harus Berbenah

Selasa 25 Sep 2018 15:04 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Endro Yuwanto

Suporter Persib Bandung, Viking.

Suporter Persib Bandung, Viking.

Foto: Beetroid.
Viking ikut tanggung jawab atas kejadian yang sebabkan suporter Persija meninggal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok suporter Persib Bandung, Viking, menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya seorang Jakmania saat laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Ahad (23/9). Ketua Umum Viking Persib Club Heru Joko mengatakan, semua pihak harus berbenah demi kemajuan sepak bola Indonesia.

Heru tak mau lari dari masalah yang terjadi. Menurut dia, Viking ikut bertanggung jawab atas kejadian yang menyebabkan suporter Persija meninggal.

"Semua harus tanggung jawab, kerja sama-sama. Viking harus terus mengkampanyekan perubahan untuk menonton lebih tertib, damai," kata Heru saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (25/9).

Selain itu, Heru mengingatkan pihak keamanan untuk bekerja sesuai data dan fakta. Ia juga mengatakan, panitia penyelenggara harus lebih kreatif dalam menggelar laga. "Kami harus bekerja sama denga semua pihak. Semua harus bertanggung jawab. Semua harus berbenah untuk kemajuan lebih baik," jelasnya.

Heru bercerita, ketika kejadian tewasnya salah satu anggota suporter Persija, dirinya langsung menemui Ketua Umum The Jakmana Ferry Indra Syarief yang saat itu berada di Bandung. Ia mengaku langsung berkomunikasi mengenai kejadian tersebut.

Menurut Heru, hubungan sudah tak ada masalah antara Viking dan Jakmania secara organisasi. "Kami langsung berhubungan dan komunikasi. Secara organisasi hubungannya sudah cair, alhamdulillah," kata dia.

Heru juga akan terus mengimbau suporter di bawah komandonya untuk menjaga persaudaraan. Ia menegaskan, rivalitas hanya boleh terjadi ketika pertandingan berjalan 2x45 menit.

Setelah itu, kata Heru, semua adalah saudara. Suporter Persib dan Persija adalah warga Indonesia. "Jadi main bolanya 2x45 menit saja, keluar mah jadi saudara. Kalau kita main bola dengan suporter yang mendukung dengan benar, pasti akan damai. Sisanya kita bersaudara, kita berteman," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA