Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Menpora Minta Liga 1 Dihentikan Dua Pekan

Selasa 25 Sep 2018 17:55 WIB

Red: Endro Yuwanto

Menpora, Imam Nahrawi.

Menpora, Imam Nahrawi.

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Kasus ini tak hanya tragedi olahraga, namun sudah masuk tragedi kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta kompetisi Liga 1 dihentikan dua pekan. Ini guna mengusut tuntas kematian suporter saat pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Ahad (23/9).

"Ini sebagai bentuk penghormatan pada korban maupun keluarganya. Ini juga sebagai bentuk bela sungkawa nasional dan merupakan bentuk instropeksi. Satu nyawa sangat mahal dibandingkan sepak bola," kata Imam di Kantor Kemenpora, Selasa (25/9).

photo
Kediaman Haringga Sirila, korban pengeroyokan oknum suporter Persib Bandung, di Cengkareng, Jakarta Barat.


Selain bentuk penghormatan, kata Imam, waktu dua pekan ini diharapkan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi untuk melakukan upaya yang luar biasa, terutama dalam menegakkan regulasi yang telah ada. "Tegakkan regulasi. Jangan hanya sanksi dana saja. Makanya selama dua pekan ini kami akan melihat apa yang dilakukan oleh federasi atas kasus ini," ujarnya menegaskan.

Setelah dua pekan, pria kelahiran Bangkalan Madura ini mengaku akan melakukan evaluasi kepada federasi sepak bola mengingat kasus yang ada tidak hanya sebagai tragedi olahraga, namun sudah masuk tragedi kemanusiaan.

"Hitungannya mulai hari ini. Setelah itu kami bersama dengan pihak terkait termasuk BOPI akan melakukan langkah selanjutnya," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imam itu.

Terkait aksi brutal suporter di GBLA, Imam mengaku sangat miris melihat apa yang telah terjadi. Untuk itu, semua pihak memang harus dilibatkan dalam menyelesaikan permasalahan yang hingga saat ini masih terulang. Pihaknya tidak ingin kasus tersebut kembali terulang.

"Kasus itu melibatkan anak-anak di bawah usia 20 tahun. Berarti ke depannya harus ada teladan mulai dari pemimpin suporter, klub, hingga federasi sepak bola Indonesia," kata Imam menegaskan.

Menjelang pertandingan antara Persib melawan Persija pada Ahad lalu, terjadi sweeping terhadap suporter tamu. Dampaknya satu orang suporter Persija atau lebih dikenal Jakmania bernama Haringga Sirila meninggal dunia karena dikeroyok oknum Bobotoh.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA