Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Suhud: Harus Ada Pembinaan Serius pada Suporter Sepak Bola

Selasa 25 Sep 2018 18:53 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Endro Yuwanto

Polrestabes Bandung menggelar ekspose pelaku beserta barang bukti penganiayaan suporter Persija yang dilakukan oknum Bobotoh di Mapolrestabes Bandung, Senin (24/9).

Polrestabes Bandung menggelar ekspose pelaku beserta barang bukti penganiayaan suporter Persija yang dilakukan oknum Bobotoh di Mapolrestabes Bandung, Senin (24/9).

Foto: Republika/Zuli Istiqomah
Sepak bola semestinya jadi media pemersatu bangsa dan bukan pemecah-belah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyuddin menilai perlu ada pembinaan serius terhadap kelompok suporter klub sepak bola. Pembinaan ini harus dilakukan oleh institusi terkait, terutama PSSI, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum.

"Pembinaan ini harus dijalankan serius oleh stakeholder terkait. Supaya tidak mengarah pada fanatisme kelompok yang berlebihan," kata Suhud kepada Republika.co.id, Selasa (25/9).

Menurut Suhud, olahraga sepak bola semestinya menjadi media pemersatu bangsa dan bukan malah sebagai pemecah-belah yang bisa berakibat pada kerusuhan. "Saya pun turut prihatin dan berduka atas jatuhnya korban Haringga Sirila dari kebrutalan sekelompok orang yang mengatasnamakan suporter sepak bola," jelasnya.

Suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, yang tewas dikeroyok oknum suporter Persib Bandung, telah dimakamkan di Kabupaten Indramayu pada Senin (24/9). Orang tua Haringga berharap para pelaku pengeroyokan anaknya dihukum pidana seberat mungkin.

Hingga saat ini, Polrestabes Bandung telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka atas kasus pengeroyokan Haringga. Delapan orang tersebut merupakan bagian dari 16 orang yang sebelumnya ditangkap oleh Polrestabes Bandung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA