Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Hotspurs vs Barcelona: Momentum Kebangkitan!

Rabu 03 Oct 2018 08:34 WIB

Red: Elba Damhuri

Para pemain Barcelona merayakan gol Luis Suarez.

Para pemain Barcelona merayakan gol Luis Suarez.

Foto: AP Photo/Jose Ignacio Unanue
Messi memiliki rekor apik melawan klub Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID  Oleh: Anggoro Pramudya

LONDON — Duel menarik bakal tersaji tengah pekan ini pada matchday kedua Grup B Liga Champions 2018/2019 antara Tottenham Hotspur melawan Barcelona di Stadion Wembley, Kamis (4/10) dini hari WIB. Menjelang laga ini, the Lillywhites tentu harus waspada karena Los Azulgrana tengah mencari momentum kebangkitan.

Barcelona sedang dalam performa kurang moncer awal musim ini. Meskipun belum sampai dalam taraf mengkhawatirkan, Los Cules patut waspada karena dalam tiga partai terakhir mereka puasa kemenangan.

Setelah ditahan imbang 2-2 oleh Girona pada pertengahan September lalu, Lionel Messi cs harus keok/di tangan Leganes 1-2, sebelum kembali memetik hasil kurang memuaskan 1-1 kontra Athletic Bilbao, akhir pekan lalu. Beruntung, posisi mereka di puncak klasemen masih aman lantaran Real Madrid tak mampu memanfaatkan kesempatan saat berjumpa Atetico Madrid.

Wajar saja bila berbagai kritikan mengarah kepada entrenador Ernesto Valverde, keputusannya menepikan Messi dan Sergio Busquet menjadi sasaran empuk. Andai ia tak pandai bersiasat, El Barca akan makin terbenam dalam situasi sulit. Alhasil, laga melawan Tottenham menjadi momentum tepat untuk menunjukkan sinyal Barca belum habis.

Valverde berdalih jika membangku cadangkan Messi dan menurunkannya pada interval kedua saat berhadapan dengan Bilbao adalah keputusan tepat. Pasalnya, Barca harus menghadapi lawan sulit Tottenham pada tengah pekan.

Merujuk dari jadwal ke depan, rencana Valverde memang bisa dikatakan masuk akal, sebab Barca dihadapkan dengan lima partai melelahkan sepanjang Oktober. Setelah melawat ke Wembley mereka bentrok dengan Valencia, Sevilla, Inter Milan, dan terakhir bertamu ke Real Madrid.

Valverde tak ingin terlarut dengan situasi kemarin, dia ingin pasukannya fokus di laga melawan Spurs dan berharap pertandingan berlangsung menarik. "Messi berada dalam kondisi prima setelah bermain 20 menit. Kami akan menurunkan kualitas ekstra,” kata Valverde dikutip Marca.

Barca datang ke London bukan tanpa kelemahan. Los Azulgrana kerap kesulitan dalam mengatasi serangan balik lawan adalah salah satu kelemahan jawara La Liga Spanyol musim lalu. Terbukti tiga dari lima gol yang merobek gawang mereka sejauh ini berakar dari skema tersebut.

Kehadiran Messi di London tentu menjadi keuntungan lebih bagi Barca, mengingat La Pulga mempunyai rekor apik melawan klub-klub Inggris. Dari 28 laga yang dijalani, bomber asal Argentina setidaknya berhasil menyarangkan 20 gol.

"Saya menduga ini menjadi pertandingan terbuka dan Spurs memberikan perlawanan pada Barcelona. Panggung ini sudah siap bagi Messi untuk melakukan sesuatu magis,” kata Nicholas dikutip Express.

Di kubu tuan rumah Tottenham Hotspur menatap pentingnya laga kali ini. Selain memiliki gengsi lebih ketika mengalahkan kesebelasan terbesar semacam Barca, tiga poin tentu begitu penting bagi pasukan Mauricio Pochettino yang belum mengenyam kemenangan karena tumbang di partai perdana.

Bek tengah Tottenham, Toby Alderweireld, mengaku tertantang menjelang menghadapi Barca. Pesepak bola asal Belgia menyebut, laga ini menjadi peluang the Lillywhites untuk menunjukkan mentalitas.

"Mereka (Barca) mempunyai talenta kelas dunia, kami tahu itu. Kami harus mencapai puncak performa jika ingin menang," kata Alderwireld dilansir laman resmi klub.

Bermain dihadapan pendukung sendiri tentu menjadi suntikan motivasi si Putih. Alderweireld pun meminta pasukannya tampil habis-habisan untuk bisa meredam kekuatan Barca.

Hal menarik lainnya menjelang duel tersebut adalah kedekatan emosional antara pelatih Mauricio Pochettino dengan klub rival sekota Barcelona, Espanyol. Pelatih asal Argentina sangat termotivasi bisa mengalahkan Barca.

"Saya penggemar Espanyol," kata Pochettino.

Pochettino merupakan mantan pemain sekaligus pelatih Espanyol. Ia juga sempat dikait-kaitkan dengan Real Madrid yang merupakan musuh bebuyutan Blaugrana.

Dia menilai, timnya dapat belajar dari pengalaman di Liga Champions musim lalu. Mereka pernah bertemu dengan raksasa La Liga, Real Madrid, pada babak grup. Hasilnya, the Lilywhites mencatat penampilan apik dengan sekali menang dan sekali imbang.

Spurs diprediksi mengusung skema 4-2-3-1 dengan mengakomodasi keseimbangan permainan ketika bertahan dan menyerang. Tentunya lini tengah menjadi krusial, Eric Dier dan Mousa Dembele dapat menjadi penyeimbang tim.

Pergerakan Spurs bakal lebih condong ke sisi sayap dengan mengandalkan kecepatan Heung-Min Son di sebelah kiri dan Lucas Moura di sisi kanan. Sementara, Erik Lamela menjadi penyerang lubang di belakang sang kapten, Harry Kane. 

Prediksi susunan pemain Tottenham Hotspur:

Pelatih: Mauricio Pochettino

Formasi: 4-2-3-1

Pemain: Pauol Gazzaniga; Danny Rose, Alderweireld, Davinson Sanchez, Kieran Trippier; Mousa Dembele, Eric Dier; Heung-Min Son, Lamela, Lucas Moura; Harry Kane

Prediksi susunan pemain Barcelona:

Pelatih: Ernesto Valverde

Formasi: 4-4-2

Pemain: Andre Ter Stegen; Nelson Semedo, Gerard Pique, Lenglet, Jordi Alba; Philippe Coutinho, Arturo Vidal, Sergio Busquets, Ivan Rakitic: Luis Suarez, Lionel Messi

(ed: citra listya rini)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA