Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Perlakuan PSSI Terhadap Luis Milla Dinilai Memalukan

Senin 22 Oct 2018 20:24 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

Luis Milla Aspas

Luis Milla Aspas

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Yusuf mengatakan, ada pelanggaran kontrak yang konstan atau berulang-ulang oleh PSSI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Luis Milla akhirnya memutuskan untuk tidak kembali melatih tim nasional Indonesia. Dalam akun Instagram-nya, Milla menyebut manajemen PSSI yang buruk dan pelanggaran sejumlah kontrak menjadi alasannya.

Baca Juga

Pengamat sekaligus penggiat sepak bola usia dini, Yusuf Kurniawan, mengatakan, yang terjadi dalam kasus pelatih asal Spanyol tersebut sangat memalukan. Menurutnya, kegagalan mengamankan jasa Milla mencerminkan kinerja dan manajemen yang buruk dari pimpinan PSSI.

"Sangat memalukan. Apa yang diungkapkan Luis Milla di akun pribadinya mengungkap misteri tentang apa yang sesungguhnya terjadi dalam hubungan kontrak Milla dan PSSI," kata Yusuf, saat dihubungi Republika.co.id, Senin (22/10).

Ia mengatakan, kalimat constant breaking of contract yang dituliskan Milla menjelaskan semuanya. Yusuf mengatakan, ada pelanggaran kontrak yang konstan atau berulang-ulang oleh PSSI kepada eks pelatih timnas muda Spanyol tersebut.

"Itu dilakukan dalam 10 bulan terakhir. Dengan kata lain, PSSI tak menunaikan hak Luis Milla (gaji) selama 10 bulan terakhir," ungkapnya.

Yusuf mengungkapkan, apa yang terjadi pada Milla sebenarnya bukan pertama kali. Sebelumnya kasus penunggakan gaji juga terjadi pada pelatih Alfred Riedl. Ia mengungkapkan, PSSI juga kerap melanggar sejumlah kontrak dengan pelatih asal Austria itu. 

Sehingga, Yusuf menambahkan, ini bukan sebuah preseden baru, melainkan sebuah kesalahan yang dilakukan berulang-ulang. Padahal, ia menilai Luis Milla merupakan pelatih bagus. Walau belum memberikan trofi, Mila menanamkan fondasi bagus untuk timnas dengan cara main yang lebih kompetitif dan efektif. 

"Dia juga menanamkan gaya bermain yang baku untuk timnas," jelasnya.

Meski demikian, Yusuf mengatakan penunjukan Bima Sakti menjadi pengganti Milla sudah tepat. Bima Sakti saat merupakan yang terbaik, dengan mempertimbangkan waktu persiapan Piala AFF 2018 yang sudah sangat mepet.

"Bima kan sudah jadi asisten Luis Milla dalam setahun terakhir, tinggal meneruskan saja. Kalau kontrak pelatih baru lagi, nanti penyesuaian lagi," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA