Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Gomez: Persib Harusnya Bisa Imbang

Rabu 24 Okt 2018 19:40 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Israr Itah

Pelatih Persib Mario Gomez.

Pelatih Persib Mario Gomez.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Maung Bandung hanya meraih satu poin dari empat laga terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Persib Bandung menelan kekalahan dari PSM Makassar di Stadion Mattoangin, Makassar pada Rabu (24/10). Ini menjadi rekor buruk dalam empat pertandingan terakhir. Maung Bandung hanya meraih satu poin dari empat laga terakhir.

Pelatih Persib Mario Gomez menilai timnya sudah bekerja dengan baik. Namun, Persib kebobolan pada menit ke-81 dari kaki Guy Junior. "Dalam gim ini kita bisa seimbang (dengan PSM). Mungkin kami bisa imbang karena kehilangan beberapa opsi," kata Gomez seusai pertandingan.

Dia mengakui gol tersebut sebagai kesalahan. Namun faktor non teknis dari keputusan wasit pun menjadi permasalahan bagi pelatih asal Argentina ini.

"Wasit sangat buruk pada kami, ini (wasit) adalah masalah di pertandingan ini," jelasnya.

Jonatahan Bauman yang baru masuk usai sanksi larangan bermain harus kembali menepi karena mendapat kartu merah. "Saya tidak bisa percaya soal kartu merah, tapi itu keputusan wasit," jelasnya.

Namun Gomez harus segera melupakan kekalahannya. Kini dia harus kembali merotasi pemainnya untuk melawan Bali United pada pekan depan.

"Mungkin gim selanjutknya kita bisa kembali turunkan Patrich. Mali (Bojan Malisic) juga sudah bisa kembali bermain tapi kita masih membutuhkan satu striker lagi, mungkin Agung (Mulyadi)," tutup Gomez.

Pemain belakang Persib Ardi Idrus meminta maaf karena Persib kembali menelan kekalahan. "Kami tetap berjuang bersama teman-teman, mudah-mudahan bisa bangkit di pertandingan selanjutnya," jelas Ardi.

Atas hasil tersebut, Persib Bandung tetap berada di posisi dua dengan 45 poin. Sementara PSM Makassar mengamankan posisi puncak dengan raihan 50 poin.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA