Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Dua Klub Minta Kelonggaran Pemanggilan Pemain ke Timnas

Rabu 31 Oct 2018 18:34 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Israr Itah

Alberto Goncalves, penyerang timnas senior Indonesia yang berasal dari klub Sriwijaya FC.

Alberto Goncalves, penyerang timnas senior Indonesia yang berasal dari klub Sriwijaya FC.

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Madura United dan Sriwijaya FC meminta para pemainnya dapat bergabung belakangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Manajemen Sriwijaya FC dan Madura United meminta izin kepada PSSI perihal pemanggilan pemain mereka ke tim nasional. Kedua klub itu berharap pemain mereka yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas senior Indonesia dapat bergabung belakangan.

Dua pemain Sriwijaya FC dipanggil ke timas, yakni striker Alberto ‘Beto’ Goncalves dan gelandang Zulfiandi. Sekertaris Sriwijaya Faisal Mursyid mengatakan, timnya membutuhkan dua pemain itu dalam laga pekan ke-29 menghadapi Persela Lamongan, Jumat (2/11), di Stadion Surajaya, Lamongan. 

Sriwijaya juga akan melakoni pekan ke-30, menjamu Barito Putera yang digelar di stadion Gelora Jakabaring Palembang, pada Senin (12/11). Sementara TC timnas dimulai pada Kamis (1/11) di Cikarang, Bekasi, sebagai persiapan menghadapi kejuaraan Piala AFF 2018. TC berlangsung 26 hari.

“Situasi ini tidak mudah bagi kami. Karena Sriwijaya FC, seperti tim-tim lainnya yang berada di bawah sedang berusaha berjuang untuk bertahan di Liga 1,” kata dia saat dihubungi wartawan dari Jakarta, Rabu (31/10).

Sampai pekan ke-28, Sriwijaya FC berada di peringkat ke-15 dengan nilai 33. Skuat pelatih Alfredo Vera hanya berselisih satu angka dari PS Tira di zona degradasi, peringkat ke-16 dengan 32 poin.

Selain PS Tira, Perseru Serui (29) dan PSMS Medan (27) juga berada di zona merah. Bagi Faisal, persaingan empat tim terbawah saat ini sangat sengit demi mempertahankan tempat di kompetisi kasta utama sepak bola nasional dengan enam laga tersisa.

“Situasi ini yang tidak mudah bagi kami,” sambung Faisal. 

Ia berharap agar PSSI dan tim pelatih timnas senior yang dipimpin Bima Sakti Tukiman mengizinkan dua penggawa utamanya tetap memperkuat Sriwijaya selama jadwal TC. Ia mengatakan pihak klub sudah mengajukan surat permohonan ke PSSI mengingat kondisi genting Sriwijaya saat ini. 

"Kami sangat membutuhkan pemain andalan untuk menjauhi degradasi,” tegas Faisal. 

Permintaan serupa juga datang dari Madura United. Ada dua penggawa Laskar Sapeh Kerrab yang diminta PSSI bergabung, yakni pemain belakang Fachruddin Aryanto dan Alfath Fathier. Manajer Madura United, Haruna Sumitro kepada wartawan mengatakan, penjadwalan pemanggilan timnas dan kebutuhan klub selama ini tak klop.

“Pada prinsipnya, kami di Madura United mempersilakan dan senang kalau pemain kami mendapat panggilan timnas,” kata Haruna. 

Hanya, ia meminta agar penjadwalan TC timnas kali ini dapat dimundurkan menjadi 4 November atau para pemainnya bisa bergabung belakangan. Ia mengatakan, permintaan ini disampaikan karena selama Piala AFF 2018, dua pemain tersebut sudah pasti tidak bisa membela Madura United.

Haruna mengatakan, pelatih Gomes de Oliveira membutuhkan dua penggawa utama tersebut pada laga pekan ke-29 kontra Bali United, Sabtu (3/11). Akan tetapi berbeda dengan Sriwijaya yang saat ini dalam posisi genting menuju zona degradasi, Madura United saat ini berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan nilai 43 dan masih berpeluang untuk juara.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA