Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Mengintip Tugas Santiago Solari Bersama Real Madrid

Senin 05 Nov 2018 21:40 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto

Santiago Solari

Santiago Solari

Foto: EPA-EFE/Jose Manuel Vidal
Solari diprediksi tidak akan bertahan lama melatih Madrid.

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Real Madrid secara resmi telah mengumumkan pemecatan Julen Lopetegui dan menunjuk Santiago Solari sebagai pelatih interim Los Merengues selama beberapa bulan ke depan. Nama Solari bukanlah sosok asing bagi pendukung el Real.

Selain menangani Real Madrid B, mantan pesepak bola kelahiran Rosario, Argentina, itu sempat menjadi penggawa the Vikingos medio 2000 hingga 2005 sebelum merapat ke Inter Milan. Kala masih aktif sebagai pemain, Solari berposisi sebagai sayap kiri.

Saat itu, Solari masuk dalam proyek Los Galacticos jilid pertama dengan pemain bintang lainnya seperti Luis Figo, Zinedine Zidane, Ronaldo, dan David Beckham. Meski sosok Solari tak sementereng penggawa lainnya, namun ia mencatatkan 208 penampilan dengan 22 gol dan 18 assist.

Penunjukan Solari sebagai pelatih utama Madrid dinilai sama dengan Zidane ketika membesut Karim Benzema dkk. Meski demikian, Solari tak ingin dirinya dibanding-bandingkan dengan pelatih asal Prancis tersebut.

"Zidane adalah pemain besar sepanjang masa dan kami tak bisa membandingkan diri saya dengan dia," kata Solari kepada media dikutip Football Espana, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Solari merasa terhormat bisa menanangani Los Blancos. Ia menilai Madrid merupakan tim hebat dengan segudang pemain terbaik. Meski saat ini performa el Real tengah merosot, entrenador 42 tahun itu yakin Madrid bakal kembali menunjukkan identitasnya sebagai kesebelasan terbaik di dunia. "Ini adalah momen yang sulit, tetapi dalam situasi seperti ini karakter sejati Anda akan datang," kata dia.

Solari berasal dari keluarga pesepak bola. Sejak kecil ia selalu lekat dari si kulit bundar. Namun, patut diingat bahwa Solari bukanlah pelatih berpengalaman. Ia masih minim jam terbang dan rekornya saat membesut Madrid Castilla juga tak begitu mengilap.

Dari 86 pertandingan, Solari hanya mampu membawa Castilla (Real Madrid B) meraih 32 kemenangan, 29 kali imbang, dan 25 kekalahan. Alhasil, terlalu jauh apabila Solari langsung disandingkan dengan Zidane.

photo
Zinedine Zidane


Selain itu, di luar dari segi teknis meracik tim Solari dan Zidane berada di situasi yang berbeda. Ketika menangani el Real, Zidane masih diperkuat Cristiano Ronaldo yang merupakan mesin pencetak gelar Si Putih.

Belum lagi, Zidane merupakan legenda sejati Bernabeu dan memiliki kharisma yang tak dapat disamakan dengan Solari. "Meski berada dalam situasi yang sama seperti Zidane, saya merasa ragu transisi yang sukses akan terulang," ucap mantan bintang Barcelona, Rivaldo, dikutip Marca, Rabu (31/10).

Rivaldo meyakinkan Solari tidak akan bertahan lama di Madrid. Cepat atau lambat Los Merengues akan mencapai kesepakatan dengan pelatih baru. "Saat ini Solari adalah pilihan yang baik karena dia tahu klub dan pemain, tetapi bagaimana pun saya tak berpikir dia akan tetap bertahan dalam waktu yang lama karena dia masih belum siap," sambung dia.

Bersama Real Madrid sebagai pemain, Solari memenangkan dua gelar La Liga Spanyol, dua gelar Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental yang saat ini dikenal sebagai Piala Antarklub.

Adapun Solari menjadi pelatih ke-13 selama masa jabatan Presiden Madrid Florentino Perez. Vicente Del Bosque sosok pertama yang membawa kemudi Madrid di era Perez pada 1999 hingga 2003.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA