Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Liverpool Kalahkan Everton, Klopp: Kemenangan yang Aneh

Senin 03 Des 2018 04:31 WIB

Rep: Bambang Noroyono / Red: Bayu Hermawan

 Penyerang Liverpool, Divock Origi (kedua dari kiri) meluapakan kegembiraan usai memberi gol kemenangan Liverpool atas Everton, di Stadion Anfield, Ahad (2/12).

Penyerang Liverpool, Divock Origi (kedua dari kiri) meluapakan kegembiraan usai memberi gol kemenangan Liverpool atas Everton, di Stadion Anfield, Ahad (2/12).

Foto: AP Photo/Jon Super
Klopp meminta maaf kepada pelatih Everton atas selebrasinya.

REPUBLIKA.CO.ID, LIVERPOOL -- Liverpool berhasil mengalahkan Everton dalam derbi Merseyside, yang digelar di Stadion Anfield, pada pekan ke-14 Liga Primer Inggris 2018/2019, Senin (3/12). Kemenangan The Red didapat melalui gol dramatis yang dicetak Divock Origi pada babak tambahan waktu.

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp menilai kemenangan timnya tersebut tak terduga. Ia pun meminta maaf kepada pelatih Everton, Marco Silva atas luapan emosional kemenangan tim tuan rumah saat laga tersebut.

Klopp, usai laga kontra Everton mengatakan, laga Liverpool kali ini menjadi salah satu pertandingan yang terbaik dalam karier kepelatihannya. Melihat pertandingan selama 90 menit, dua kesebalasan bermain imbang tanpa gol.

"Pertandingan ini terjadi dengan intenstias yang luar biasa. Kedua tim sama-sama bermain sangat baik. Tidak ada hal yang kasar selama pertandingan. Tapi kami lebih beruntung," ujarnya seperti dikutip dari Sky Sport, Senin (3/12).

Menengok jalannya pertandingan, memang selama 90 menit kedua kesebelasan menampilkan pertandingan yang menegangkan. Banyak peluang gol terjadi sepanjang pertandingan. Namun sampai menit ke-90, kedua kesebelasan sama-sama buntu membuka keunggulan. Saat wasit memberikan tambahan waktu selama tujuh menit, dewi fortuna memang lebih berpihak kepada skuat he Red.

Persisnya pada menit ke-90+6, sepakan spekulasi pemain belakang Liverpool, Virgil Van Dijk dari tengah lapangan, tepat mengarah ke gawang. Namun bola sebetulnya meluncur ke atas mistar gawang. Akan tetapi, kiper lawan, Jordan Pickford yang tampak ragu dengan posisi bola, malah berusaha menepis dan membuat bola memantul ke dalam lapangan.

Striker Divock Origi yang berada di mulut gawang, langsung menyambar bola dengan kepala.  Tandukan Origi, membuat skor menjadi 1-0. Gol milik Origi tersebut, Klopp nilai sebagai aksi yang aneh. "Pada akhirnya saya hanya bisa mengatakan, gol itu terjadi dengan sangat aneh," ucap Klopp.

Gol milik striker 23 tahun itu, membuat para pemain Everton tampak frustasi karena terjadi di menit-menit penghabisan. Luapan gembira pun dittampilkan para pemain dan ofisial tuan rumah.

Bahkan pelatih Klopp yang berada di garis luar, nekat masuk ke dalam lapangan meluapkan kegembiraannya dan melakukan selebrasi kemenangan bersama kiper Alisson Becker. Luapan kegembiaraan tersebut, diakui Klopp sebagai aksi yang berlebihan. Sebab menyita waktu satu menit sebelum masa injury time habis.

"Saya sungguh minta maaf atas kejadian itu. Awalnya saya tidak ingin masuk ke lapangan. Tapi ada Alison yang membuat saya emosional dan melakukan prilaku yang tidak baik. Saya sungguh minta maaf kepada pelatih Marco Silva. Saya tahu mereka sangat kecewa," sambung Klopp. 

Usai gol tak terduga tersebut, pun wasit menghentikan pertandingan. Liverpool menang 1-0 atas Everton.  Kemenangan ini membuat the Red tetap berada di posisi kedua klasemen sementara. Tiga angka dari Everton, membuat Liverpool tetap menempel ketat Manchester City yang kini masih menguasai tangga teratas klasemen dengan nilai 38 angka. Liverpool, kini punya modal 36 angka.

Kemenangan di Anfield kali ini, pun membuat Liverpool, bersama City masih menjadi tim yang belum mencatatkan kekalahan dalam 14 pekan Liga Inggris di musim berjalan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA