Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Monday, 25 Zulhijjah 1440 / 26 August 2019

Hamka Hamzah Ingatkan Pemain tak Tergiur Mafia Sepak Bola

Kamis 06 Dec 2018 11:56 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Hazliansyah

Kapten Arema FC, Hamkah Hamzah memberikan keterangan pers saat ditemui di kediamannya di kawasan Ijen, Kota Malang.

Kapten Arema FC, Hamkah Hamzah memberikan keterangan pers saat ditemui di kediamannya di kawasan Ijen, Kota Malang.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Pemain harus mengerti dan menjaga harga dirinya demi sepak bola Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kapten Arema FC, Hamka Hamzah mengingatkan para pemain sepak bola agar tidak tergiur dengan suapan para mafia pengaturan skor. Pemain harus mengerti dan menjaga harga dirinya demi sepak bola Indonesia.

"Jangan ambil yang hanya sekejap. Saya yakin sekali ambil, sudah akan terus terikat. Itu pasti," kata Hamka saat ditemui wartawan di kediamannya Perumahan Ijen Nirwana, Kota Malang, belum lama ini.

Hamka menyontohkan apabila menerima telepon dari seorang agen bandar judi ke pemain. Oknum tersebut misalnya menawarkan suap sekitar Rp 100 sampai 200 juta per pertandingan. Saat mendapatkan penawaran ini, pemain harus tegas menolaknya.

Sekali menerima suapan, maka pemain terkait tentu akan merasa terbebani di pertandingan berikutnya. Sebab, oknum tersebut sudah pasti akan mengincar pemain ini seterusnya. Kalau ini terjadi, tidak hanya pemain yang akan merugi, tapi pelatih dan klub juga nantinya.

"Kalau sudah terikat ketika misal kita mau juara maupun keluar dari zona degradasi, lalu ada agen telepon agar kita kalah padahal di depan kita mau juara. Kalau kita enggak mau, nanti dibongkar (kesepakatan sebelumnya)," jelasnya.

Apabila menerima tawaran, Hamka menyarankan, pemain agar segera melapor ke manajemen tim. Hal terpenting harus ada kesadaran dari individu terkait, terutama para pemain.

Mereka harus sadar dan paham bagaimana meniti karier dari bawah dengan tujuan mencari rezeki yang halal di sepak bola.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA