Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Satria Muda Tumbangkan Pelita Jaya

Sabtu 08 Dec 2018 21:08 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Hazliansyah

Pebasket Satria Muda Pertamina Hardianus (kiri) mendapat hadangan dari pebasket Satya Wacana Salatiga Madarious Jaquil Gibbs (kanan) saat melakukan lay up pada laga IBL Pertamax season 2018-2019 seri II di Britama Arena, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Pebasket Satria Muda Pertamina Hardianus (kiri) mendapat hadangan dari pebasket Satya Wacana Salatiga Madarious Jaquil Gibbs (kanan) saat melakukan lay up pada laga IBL Pertamax season 2018-2019 seri II di Britama Arena, Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Foto: Antara/Hafidz Mubarrak
Satria Muda Pertamina menang 70-53 atas Pelita Jaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satria Muda Pertamina Jakarta berhasil meraih kemenangan di laga bigmatch IBL Pertamax 2018. Menghadapi Pelita Jaya yang juga menjadi laga ulangan final musim lalu, Satria Muda menang 70-53 atas Pelita Jaya Basketball dalam laga yang berlangsung di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (8/12).

Kemenangan Satria Muda disokong oleh capaian dwiganda Jamarr Andre Johnson lewat 15 poin dan 15 rebound, diiringi sumbangan 23 poin dan 9 rebound dari Dior Lowhorn.

Sebaliknya, bagi Pelita Jaya, Wayne Bradford, jadi satu-satunya pengawa mereka yang berhasil mencapai raihan dua digit angka yakni lewat 16 poin yang dicetaknya.

Pelita Jaya seolah menjelma jadi tim yang begitu inferior dengan tak mencetak satu poin pun dalam skema fast break sepanjang laga. Sebaliknya Satria Muda berhasil mencetak 16 poin.

Demikian juga dalam kemampuan memanfaatkan kesempatan kedua, alias second chance points. Satria Muda memperoleh 16 poin sedangkan Pelita Jaya hanya dua poin saja.

Hasil itu menjadi kemenangan kedua Satria Muda musim ini dan belum kalah karena mereka memang baru main dalam Seri II. Sedangkan Pelita Jaya sudah kini memiliki catatan sekali menang dan sekali kalah.

Sebuah tembakan tripoin Hardianus sukses membawa Satria Muda menjauh dalam keunggulan 15-8. Kuarter pertama ditutup dengan sebuah blok oleh Dhiya'ul Haq atas tembakan Reggie Mononimbar.

Jamarr tampil cukup dominan di kuarter kedua dengan mencetak lima poin serta menambah tiga rebound dan dua blok.

Pertahanan seolah menjadi tumpuan utama penampilan baik Satria Muda di dua kuarter pertama, termasuk ketika Jamarr melakukan halauan atas tembakan Andakara Prasthawa, memaksakan turnover, sebelum menerima umpan kiriman Hardianus. Kemudian melesakkan tembakan tripoin demi membawa Satria Muda unggul 24-16 di sisa waktu 5 menit 52 detik kuarter kedua.

Satria Muda berhasil menegaskan keungulan mereka menjadi 33-18 saat menyudahi paruh pertama pertandingan.

Disiplin pertahanan Satria Muda agak mengendur di kuarter ketiga, saat Pelita Jaya bisa mencetak 17 poin, raihan terbanyak dalam satu periode sepanjang laga, yang tentu tak lepas dari kekelahan yang mulai melanda.

Akan tetapi, Satria Muda menjawab dengan pasokan poin-poin dari Lowhorn di paint area, yang menyokong 18 poin tambahan demi menambah keunggulan mereka menjadi 51-35 atas Pelita Jaya.

Keunggulan Satria Muda kian dominan di sisa waktu 1 menit 33 detik pertandingan ketika Kevin Yonas Sitorus melesakkan tembakan tripoin membuat skor berubah menjadi 70-50. Namun Pelita segera menjawab dengan tripoin pemain senior Amin Prihantono.

Skor 70-53 menjadi kedudukan akhir pertandingan saat bel tanda laga usai berbunyi nyaring di Britama Arena.

Kedua tim sama-sama masih menyisakan satu pertandingan lagi untuk dijalani di Seri II pada Ahad (9/12). Satria Muda akan bertemu Stapac Jakarta dalam pertandingan yang dikenal sebagai laga klasik bola basket Indonesia. Sedangkan Pelita Jaya melawan Satya Wacana Salatiga.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA