Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Sosok Kunci Pengungkapan Mafia Skor Belum Bisa Buka Suara

Jumat 28 Dec 2018 09:59 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Suasana di depan ruangan, HCU RSUP Dr Sardjito tempat Krisna Adi  Darma menjalani perawatan intensif, Selasa (25/12).

Suasana di depan ruangan, HCU RSUP Dr Sardjito tempat Krisna Adi Darma menjalani perawatan intensif, Selasa (25/12).

Foto: Republika/Wahyu Suryana
Krisna masih menjalani pemulihan pascaoperasi di bagian batok kepala.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemain PS Mojokerto Putra (PSMP), Krisna Adi Darma, yang mengalami kecelakaan akhir pekan lalu masih menjalani perawatan. Walau membaik, sosok kunci pengungkapan mafia skor Liga 2 itu belum dapat berkomunikasi dengan baik.

Kakak kandung Krisna, Johan Arga mengatakan, hingga kini adiknya masih berada dalam masa pemulihan di RSUP Dr Sadrjito. Namun ia menuturkan keluarga sangat bersyukur lantaran kondisinya semakin membaik.

"Alhadmulillah semakin membaik, cuma masih butuh kesabaran karena operasinya ada di bagian kepala," kata Johan kepada Republika, kemarin.

Johan mengatakan, operasi yang harus dijalani Krisna berada di bagian kepala, bukan di bagian tubuh lain yang tidak mempengaruhi saraf. Namun, setelah beberapa hari menjalai perawatan, Krisna sudah keluar dari High Care Unit (HCU).

Ia menjelaskan, operasi yang harus dijalani Krisna berupa pembersihan gumpalan darah yang ada di kepala. Itu berarti, kata dia, dokter memang harus membuka bagian batok kepala untuk melakukan pembersihan.

Johan menjelaskan, proses opreasinya terdiri dari dua tahap. Pertama, pelepasan sebagian batok kepala seperti yang disebutkan untuk melakukan pembersihan. Setelah itu, dokter baru bisa melakukan pemasangan kembali.

"Jadi pelepasan sebagian batok kepala, bukan sepenuhnya," ujar Johan menegaskan.

Sampai saat ini, Krisna memang belum bisa melakukan komunikasi secara lancar seperti biasa. Interaksi yang dilakukan masih seperlunya, sekadar minta minum atau bantuan ketika ingin buang air ke toilet.

Sayangnya, sejauh ini, Krisna disebut belum mengeluarkan permintaan makan. Padahal, makanan yang masuk ke tubuhnya tentu sangat dibutuhkan untuk proses pemulihan yang sedang dijalani Krisna.

"Saya sih yang penting mau makan saja alhamdulillah, karena belum mau makan sama sekali," kata Johan, menjawab makanan jenis apa yang sudah bisa dikonsumsi Krisna.

Pengantin baru

Johan turut mengonfirmasi kabar yang menyebut kalau Krisna merupakan tulang punggung keluarga. Ia menekankan, untuk keluarga kecilnya, tentu Krisna menjadi tulang punggung utama.

"Nanti takutnya kalau diiyakan dibilang tulang punggung seluruh keluarga, tapi kalau tulang punggung keluarga iya, dia baru saja menikah dua bulan yang lalu," ujar Johan.

Menurut Johan, kecelakaan yang dialami tentu menjadi pukulan berat, baik bagi keluarga besar maupun bagi keluarga kecil Krsina. Meski begitu, ia mengaku bersyukur, pemasukan keluarga besarnya berasal dari banyak sumber. Sebab, selain Krisna, kedua orang tua mereka dan Johan sendiri masih sehat dan bekerja. Namun, walau pasti sangat terpukul, Johan enggan memerinci bagaimana kondisi istri Krisna saat ini.

Ia menekankan, keluarga masih dan akan terus menemani Krisna menjalani masa pemulihan, terutama kedua orang tuanya. Sedangkan, Johan sendiri mengambil tugas menjawab urusan luar keluarga.

"Yang pasti orang tua karena bapak yang sangat tahu keadaan Krisna, karena dia (Krisna) selalu berontak ketika bangun," kata Johan.

Secara umum, Johan melihat Krisna masih lebih banyak tidur dibandingkan sadar. Oleh sebab itu, ia menegaskan kalau adiknya memang masih sangat membutuhkan banyak waktu istirahat.

Hal itu pula yang menjadi alasan keluarga masih membatasi kunjungan atau orang yang mau menjenguk Krisna. Mewakili keluarga, Johan turut meminta maaf jika saat ini tidak semua orang dibolehkan menjenguk Krisna.

Krisna merupakan persona yang dijatuhi sanksi dari Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) terkait pengaturan skor. Pesepak bola berusia 23 tahun itu dikenai larangan bermain sepak bola seumur hidup di lingkungan PSSI.

Krisna saat ini menjadi sosok paling dicari oleh awak media karena dianggap memegang kunci dari pengaturan skor yang terjadi di Liga 2 2018. Krisna dihukum oleh PSSI setelah diduga sengaja menggagalkan penalti pada laga PSMP melawan Aceh United di Stadion Cot Gapu, Aceh, Selasa (19/11).

Alhasil, PSMP yang hanya memerlukan hasil imbang untuk lolos ke babak semifinal harus kalah 2-3 dari Aceh United pada laga tersebut. Kekalahan ini membuka peluang tim lain untuk mendapatkan tiket promosi ke Liga 1 langsung terbuka lebar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA