Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Komdis PSSI Cocokkan Informasi dengan Pemilik Akun Medsos

Ahad 30 Dec 2018 13:32 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Endro Yuwanto

Logo PSSI

Logo PSSI

Baru ada satu pengelola akun Twitter yang memenuhi panggilan Komdis PSSI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Asep Edwin mengatakan, pihaknya memanggil 25 akun sosial media yang menyebarkan informasi dan fakta mengenai kasus pengaturan skor dan match fixing. Pada Sabtu (29/12) sore WIB, baru ada satu pengelola akun Twitter yang memenuhi panggilan Komdis PSSI, yakni Mohammad Ilham pemilik @MixedZoneClub.

Dari Ilham, Komdis PSSI mencocokan informasi dari kedua belah pihak. Dan ternyata, kata Asep, informasi mereka sama dan saling melengkapi.

"Kami punya informasi terkait beberapa hal (match fixing dan pengaturan skor). Ada kecocokan. Informasi dari Ilham sangat membantu," kata Asep di kantor Komdis PSSI di Kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Asep mendapatkan informasi seputar pengaturan skor, match fixing, berikut pelaku, dan metode yang digunakan. Ia tidak mempersoalkan baru satu pengelola akun sosial media yang dipanggil yang memenuhi panggilan.

Komdis PSSI, kata Asep, tidak ada hak untuk memaksa. Karena pemanggilan ini, lanjut dia, sifatnya hanya untuk saling berbagi informasi dengan tujuan membersihkan sepak bola Indonesia dari mafia.

Asep menyebutkan, hak Komdis PSSI untuk memberikan sanksi hanyalah kepada ruang lingkup sepak bola.  Selain dari 25 pemilik akun sosial media sepak bola, Komdis PSSI, lanjut dia, juga mengharapkan informasi dari pihak lainnya.

Menurut Asep, Komdis PSSI akan senang andai mendapat banyak dukungan berupa pemberian informasi. Karena, ini akan membuat Komdis PSSI mantap mengambil sebuah keputusan.

Saat menerima kedatangan pemilik akun MixedZoneClub, ada empat anggota Komdis PSSI yang hadir. Selain Asep ada Husin Umar, Yusuf Bachtiar, dan Eko Hendro Prasetyo. Satu lagi anggota Komdis PSSI Dwi Irianto tidak hadir karena sedang menjalani proses hukum usai dinyatakan terlibat dalam kasus pengaturan skor dan match fixing.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA