Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Sarri dan Pochettino tak Puas dengan VAR

Kamis 10 Jan 2019 14:04 WIB

Red: Israr Itah

Maurizio Sarri

Maurizio Sarri

Foto: EPA-EFE/FACUNDO ARRIZABALAGA
Ia menyalahkan wasit yang dianggap tidak mampu menggunakan sistem alat bantu rekaman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Chelsea Maurizio Sarri mengeluhkan terjadinya gol dari titik penalti oleh Harry Kane yang membuat Tottenham menang 1-0 pada pertandingan semifinal Piala Carabao di Stadion Wembley, London, Rabu (9/1). Ia menyalahkan wasit yang dianggap tidak mampu menggunakan sistem alat bantu rekaman video (VAR).

Sementara itu, pelatih Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino yang meski diuntungkan dengan keputusan wasit setelah melihat VAR, juga menyatakan tidak menyukai sistem tersebut. Kane dijatuhkan oleh kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, saat menggiring bola ke arah kotak penalti, tapi terdapat kontroversi karena asisten wasit justru mengangkat bendera karena menganggap Kane berada dalam posisi offside.

Setelah melihat rekaman ulang video, diputuskan bahwa Kane tidak dalam posisi offside, sehingga hukuman penalti tetap diberikan. Tapi, pelatih Sarri memrotes keputusan asisten wasit dan setelah melihat rekaman video dari pihak Chelsea, tetap berkeyakinan bahwa Kane berada dalam posisi offside.

"Kamera milik kami segaris dengan posisi Harry Kane dengan kepala dan lututnya berada dalam posisi offside. Saya hanya melihat rekaman dari kamera kami. Mungkin kamera VAR berada di posisi yang berbeda. Tapi dari posisi kamera kami, ia (Kane) jelas dalam posisi offside," kata Sarri.

Ia menilai wasit Inggris tidak mampu menggunakan sistem VAR. Menurut Sarri, jika wasit tidak yakin dengan sistem tersebut, mereka harus memperhatikan bola dan kemudian memberikan keputusan.

"Di Italia, juga ada sistem VAR dan pada musim pertama, menjadi malapetaka. Wasit tidak tahu cara menggunakan sistem itu. Saya kira saat ini wasit di sini juga tidak mampu menggunakan teknologi tersebut secara benar. Mungkin terasa aneh, di Liga Primer Inggris tidak ada VAR, tapi di Piala Carabao justru ada," katanya menambahkan.

Sementara pelatih Spurs Mauricio Pochettino mengatakan, kemenangan melalui penalti Kane tersebut terasa menjadi hambar.

"Memang menyenangkan bila mendapat keuntungan, tapi saya tidak gembira jika memenangi pertandingan dengan cara seperti ini," katanya.

Ia mengaku setuju dengan adanya teknologi karena orang tidak bisa menghentikan terjadinya evolusi. Tapi ia mengeluhkan menunggu terlalu lama sebelum adanya keputusan. Menurut dia, peraturannya tidak jelas.

"Saya tidak suka teknologi VAR dan setelah melihatnya di Piala Dunia dan kompetisi lain seperti La Liga, tidak ada yang puas sejak hari pertama diterapkan. VAR itu seperti sistem yang kadang membunuh emosi. Saya tidak bisa merayakan kemenangan malam itu karena harus menunggu selama lima menit untuk mendapatkan keputusan wasit," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA