Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

NSH Jakarta Belum Berani Bicara Gelar Juara

Senin 14 Jan 2019 11:40 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Wahyu Widayat Jati

Wahyu Widayat Jati

Foto: nblindonesia
Skuat NSH masih kurang dalam sehingga saat rotasi pemain tak terlalu banyak pilihan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Selain mendapatkan dua pemain asing yang mumpuni, NSH Jakarta juga berjuang keras untuk meningkatkan performa pemain lokalnya. Dua perpaduan tersebut sejauh ini sudah menunjukan hasilnya.

Hingga IBL Pertamax Seri IV Solo usai, tim asuhan Wahyu Widayat Jati kokoh di puncak klasemen divisi merah. NSH hanya kalah tiga kali dari 10 laga yang telah dimainkan. Termasuk mengalahkan juara bertahan IBL musim lalu, Satria Muda (SN) Pertamina.

Musim ini, NSH Jakarta bersama Stapac Jakarta mampu menunjukkan permainan sebagai tim. Walau tetap mengandalkan duet pemain asingnya Anthony Simpson dan Deshaun Wiggins namun kontribusi pemain lokal mulai terlihat signifikan.

Pemain lokal NSH, Muhammad Irman dan Andre Rorimpandey sudah menunjukkan peningkatan pesat dibandingkan musim lalu. Peningkatan ini tak lepas dari usaha keras pelatih untuk menggenjot fisik keduanya sebelum kompetisi dimulai.

"Musim ini kami memang memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan persiapan. Kami juga memberikan batas minimal kebugaran stamina, melalui test VO2MAX. Standar VO2MAX terendah yang harus dicapai adalah 50. Jika stamina sudah bagus, pemain akan lebih mudah meningkatkan skill dan knowledge basket mereka," ujar Coach Cacing, sapaan akrab Wahyu, Senin (14/1), di Solo.

Meski sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan, namun Coach Cacing belum berani bicara gelar juara. "Target awal kami 11 kemenangan terlebih dahulu. Kami belum berani bicara gelar juara. Terpenting kami amankan lolos play-off secepatnya."

Menurut Coach Cacing, masih banyak yang harus dibenahi. "Dari segi permainan kami harus menekan jumlah turn over yang tercipta setiap laga. Maksimal dalam satu gim 14 kali turn over. Kami pernah dalam satu gim hanya tujuh kali turn over, yakni saat mengalahkan SM Pertamina," jelasnya.

Selain itu, jumlah rebound yang diraih timnya menurut Coach Cacing masih kurang. "Target kami setiap laga 40 rebound, ini dapat tercapai jika pemain agresif baik bertahan maupun menyerang."

Wahyu juga mengungkapkan timnya masih kurang dalam sehingga rotasi pemain tidak terlalu banyak pilihan. "Total hanya delapan pemain termasuk dengan dua pemain asing yang bisa bermain dengan baik. Sisanya kami sulit, jadi sebenarnya kami memang masih butuh tambahan pemain lokal yang kualitasnya seimbang."

Wahyu menyebut nama beberapa pemain yang diminatinya. "Kami butuh pemain wing yang cepat. Tetapi memang sulit untuk mendapatkan karena tentu klub lain menahannya," jelasnya.

Batas trade atau pertukaran pemain lokal sama dengan pemain asing, yakni saat Seri IV Solo berakhir.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA