Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Wartawan Ghana yang Ungkap Suap Bola Tewas Ditembak

Kamis 17 Jan 2019 23:38 WIB

Red: Israr Itah

Ilustrasi Korban Luka Bakar

Ilustrasi Korban Luka Bakar

Foto: Foto : MgRol_94
Ahmed Hussein-Suale ditembak tiga kali oleh orang-orang dengan sepeda motor.

REPUBLIKA.CO.ID, DAKAR -- Sejumlah pria bersenjata di Ghana telah menembak mati seorang wartawan investigasi yang membantu mengungkap korupsi dalam sepak bola. Kabar ini disampaikan kelompok hak asasi manusia dan kantor tempat sang wartawan bekerja pada Kamis (17/1).

Ahmed Hussein-Suale ditembak tiga kali oleh orang-orang dengan sepeda motor ketika sedang dalam perjalanan pulang dari kantor pada hari Rabu di Ibu Kota Accra, kata Tiger Eye PI, perusahaan tempatnya bekerja. "Kami ... sangat hancur oleh tindakan pengecut ini, tetapi tetap tidak tergoyahkan dalam keputusan kami untuk membuat korupsi menjadi kegiatan berisiko tinggi di negara ini," katanya dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters.

Hussein-Suale adalah bagian dari tim yang dipimpin oleh wartawan terkenal Anas Aremeyaw Anas. Awak mereka terkenal dengan film dokumenter tahun lalu yang menuduh 77 wasit dan ketua sepak bola Ghana saat itu Kwesi Nyantakyi menerima suap.

Film ini mendorong Ghana membubarkan asosiasi sepak bolanya. Nyantakyi diskors oleh FIFA dan mundur tak lama setelah itu. Ia meminta maaf atas apa yang disebutnya ketidakpercayaan.

Pembunuhan menjadi kejutan di Ghana. Sebab kebebasan pers di negara itu relatif lebih baik dibandingkan dengan banyak negara Afrika.

"Saya berharap polisi menangkap pelaku sesegera mungkin, para pelaku kejahatan keji ini," kata Presiden Afuko-Addo di Twitter.

Polisi dan pejabat pemerintah Ghana tidak dapat segera dihubungi untuk diminta komentar lebih lanjut.

Ghana berada di peringkat 23 dari 180 negara dalam indeks kebebasan pers dunia yang disusun oleh Reporters Without Borders (RSF). Ini merupakan peringkat tertinggi Afrika.

Namun pembunuhan itu terjadi setelah kampanye pelecehan terhadap tim dokumenter. Setelah ditayangkan, legislator pemerintah Kennedy Agyapong menyebut Hussein-Suale berbahaya. Ia mengatakan kepada pemirsa bahwa dia akan membayar mereka untuk mengalahkannya. Dia tidak segera tersedia untuk memberikan komentar pada Kamis.

Anas, yang menutupi wajahnya di depan umum karena alasan keamanan, memposting tentang kematian rekannya di Facebook dan Twitter-nya.

"Berita sedih, tapi kami tidak akan dibungkam," katanya. "Beristirahatlah dengan tenang, Ahmed."

sumber : REUTERS
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA