Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Piala Asia Menyisakan Dua Tiket Semifinal

Jumat 25 Jan 2019 11:09 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Piala Asia 2019

Piala Asia 2019

Foto: Lip6
Perempat final terakhir mempertemukan UEA kontra Australia dan Korsel vs Qatar.

REPUBLIKA.CO.ID, ABUDHABI -- Dua laga perempat final Piala Asia yang melibatkan tuan rumah Uni Emirate Arab (UEA), Australia, Korea Selatan (Korsel), dan Qatar akan terjadi malam ini WIB. UEA sebagai tuan rumah akan menghadapi Australia sedangkan Korsel melawan Qatar. Tinggal dua tiket semifinal yang tersisa setelah Jepang dan Iran berhasil memastikan tiket lolos tadi malam. Di delapan besar, Jepang mengandaskan Vietnam sedangkan Iran menekuk Cina.

Pelatih tim nasional (timnas) UEA Alberto Zaccheroni mengaku buta akan kekuatan Australia yang akan dihadapi timnya di Stadion Hazza bin Zayed, Al Ain. Menurut Zaccheroni, selama Piala Asia fokusnya hanya mengarah ke lawan-lawan terdekat yang akan dihadapi. "Saya tidak tahu apa-apa tentang Australia," ujar Zaccheroni, dikutip dari The National, Kamis (24/1).



Untuk itulah, pelatih yang pernah menukangi SS Lazio, AC Milan dan timnas Jepang itu berharap para pemainnya mendapatkan suntikan tenaga dari para pendukung sendiri. Menurut dia dukungan langsung dari publik UEA terbukti berhasil mengantarkan pasukannya ke babak delapan besar.

Perjuangan tim berjuluk Eyal Zayed atau Anak-Anak dari Zayed itu selama gelaran Piala Asia 2019 tidaklah mudah. Pada laga perdana penyisihan grup A, UEA tertahan 1-1 oleh Bahrain. Barulah pada laga kedua, UEA memetik kemenangan 2-0 atas India. Laga terakhir grup A, UEA kembali tertahan. Kali ini oleh Thailand dengan skor 1-1. UEA berhasil lolos ke fase gugur  dan menyandang status juara grup dengan koleksi lima angka. Unggul satu angka dari Thailand dan Bahrain yang juga lolos ke 16 besar.

Di babak 16 besar, langkah pasukan Mr Zach juga berat karena Ismail Matar dan kawan-kawan harus memeras keringat sampai 120 menit. Lawan mereka, Kirgystan mampu memaksakan pertandingan sampai babak perpanjangan waktu. Selama waktu normal dua kali 45 menit kedudukan sama kuat 2-2. Ahmed Khalil Sebait Mubarak Al-Junaibi menjadi pahlawan kemenangan dengan golnya dari titik putih di menit 103. Skor 3-2 cukup untuk memastikan UEA ke babak perempat final.

Zaccheroni memuji mental dan daya juang pasukannya yang sangat bernafsu memenangkan setiap pertandingan. Pelatih berusia 65 tahun itu merasa walau berstatus tuan rumah, UEA bukanlah tim unggulan di Piala Asia kali ini. Tapi kenyataannya, UEA dapat memanfaatkan dukungan maksimal suporter tuan rumah menjadi kekuatan pemain ke 12 sehingga mampu melangkah ke delapan besar. "Jadi jelas, sekali lagi kami berharap dukungan penuh dari masyarakat, bagaimanapun Australia adalah tim yang berbeda," kata dia.

Di kubu lawan, striker Australia Apostolos Giannou berharap pelatih Graham Arnold menurunkannya saat Socceroos berhadapan dengan tuan rumah UEA. Selama empat laga yang sudah dilalui Australia, Giannou hanya menjadi pemain cadangan. Pada babak delapan besar ini, pemain berusia 28 tahun berpeluang tampil menjadi starter karena salah satu gelandang serang Australia Tom Rogic harus menjalani hukuman akibat akumulasi kartu.

Giannou yang punya posisi asli sebagai penyerang tengah bisa menjadi tandem buat Jamie Maclaren untuk formasi 4-4-2 atau 4-3-1-2. "Saya menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pelatih. Saya menantikan kesempatan yang tepat. Tapi jika saya dimainkan, saya akan memastikan bisa membantu tim mengalahkan UEA," kata dia.

Jelang laga perempat final lainnya, pelatih tim nasional Qatar Felix Sanchez sesumbar timnya mampu menjuarai Piala Asia 2019. Sanchez melihat kualitas pasukannya cukup mumpuni untuk menjadi kampiun. Qatar dipastikan maju ke perempat final usai mengalahkan Irak 1-0 di pertandingan 16 besar.

"Kalau sudah sampai ke tahap ini (perempat) final, kami sudah boleh memimpikan gelar juara. Kami bisa. Tapi harus bersabar dan kerja keras," kata Sanchez, dikutip dari Fox Sports Asia.

Qatar akan bersua Korsel di Stadion Zayed Sports City di Abu Dhabi. Pelatih asal Spanyol itu yakin Hassan Al-Haydos dan kawan-kawan sangat mampu mengalahkan tim peraih medali emas Asian Games 2018 Jakarta tersebut.

Qatar sejauh ini tampil sempurna setelah menjalani empat laga di Piala Asia. Tim berjuluk Al-Annabi itumelahap tiga laga di penyisihan grup E dengan 100 persen kemenangan. Qatar memenangkan laga perdana dengan skor 2-0 atas Lebanon. Pada laga kedua, mereka mencukur habis Korea Utara 6-0.

Pada laga tersebut, striker Qatar Almoez Ali Zainalabiddin Abdulla mencetak quattrick dan menjadi top skorer sementara kompetisi. Di laga terakhir grup E, Qatar mengandaskan Arab Saudi 2-0. Ali kembali menambahkan dua gol di laga ini. Sampai babak 16 besar usai, Ali memimpin daftar top skorer sementara dengan tujuh gol.

Pada laga perempat final, Qatar mengalahkan Irak dengan skor tipis 1-0. Qatar mengalahkan Irak dengan keberhasilan Bassam Al Rawi menceploskan bola dengan tendangan bebas cantik ke gawang lawan. "Kami siap melanjutkan tren positif yang kami bangun sejak hari pertama," kata dia.

Di kubu lawan, bintang tim nasional Korsel Heung-Min Son sangat menyayangkan timnya tampil kurang maksimal saat melawan Bahrain di babak 16 besar Piala Asia 2019. Tim Negeri Ginseng memetik kemenangan 2-1 atas Bahrain lewat babak perpanjangan waktu. Kedudukan sama kuat 1-1 bertahan sampai waktu normal selesai. Barulah di menit 107, gol Kim Jin-Su sukses menempatkan kaki Korsel ke babak perempat final.

"Korsel harus bisa tampil lebih baik melawan Qatar. Kemarin melawan Bahrain, sangat terasa kami tampil tidak sesuai dengan arahan. Di perempat final, kami harus lebih meyakinkan," kata Son.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA