Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Direktur IBL Jawab Soal Bocornya GOR Saat Pertandingan

Kamis 07 Feb 2019 06:30 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Gilang Akbar Prambadi

IBL Pertamax

IBL Pertamax

Foto: IBL
Dalam sejumlah seri, laga selalu terganggu oleh licinnya lapangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Operator pelaksana Indonesian Basketball League (IBL) Pertamax 2018/2019 berjanji membenahi sejumlah kekurangan menjelang gelaran seri ketujuh di Malang, Jawa Timur, akhir pekan ini. IBL seri keenam di GOR Pacific Surabaya, Jawa Timur, pekan lalu memang berjalan kurang maksimal.

Faktor cuaca hujan lebat disertai angin kencang membuat kebocoran di sejumlah titik muncul. Hal ini mengganggu jalannya sejumlah pertandingan. Bahkan, tiga laga harus ditunda demi kenyamanan dan keamanan para pemain. Direktur IBL, Hasan Gozali, menyatakan, untuk di Malang nanti persiapan sudah maksimal. Terkait teknis antisipasi atap bocor juga sudah dilakukan.

“Kita telah mengirim staf IBL dan juga perwakilan wasit ke GOR Bima Sakti Malang untuk memeriksa. Kebetulan saat tim IBL dan wasit datang sedang turun hujan yang cukup lebat. Ada kebocoran, tetapi tidak di atas lapangan,\" ujar Hasan kepada Republika ketika dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.

Hasan mengatakan, dengan persiapan matang seharusnya kebocoran di arena seri ketujuh tidak terjadi. “Kita tidak ingin kejadian di Surabaya lalu terulang. Oleh sebab itu, kita langsung melakukan pengecekan lebih teliti lagi agar para penggemar basket tidak kecewa," kata dia.


Hasan menyatakan, kurang maksimalnya pelaksanaan seri keenam benar-benar di luar kendali operator. Menurut dia, sejumlah usaha sudah dilakukan agar lapangan pertandingan tidak terganggu oleh hujan. "Personel kebersihan juga sempat ditambah menjadi 10 orang, begitu ada tetesan langsung dikeringkan, tapi memang sedang musim hujan, jadi mau apalagi,” ujar dia.

Selain faktor atap GOR yang bocor, kelicinan lantai lapangan juga dipengaruhi oleh pengecatan lantai lapangan. Hal itu tak hanya menjadi sebab dari licinnya lantai di GOR Pacific. "Lantai lapangan di Sritex Arena Solo (venue seri keempat) dan Pacific Surabaya dicat dengan sistem semprot, jadi menyebabkan lapangan lebih mengilat dan lebih licin," kata dia.

Hasan memastikan, masalah lapangan licin karena cat baru tidak akan terulang. Hal itu karena kontraktor yang memugar arena seri ketujuh IBL Pertamax tidak melakukan pengecatan dengan metode semprot. "Di Surabaya pakai kuas, tim NSH sudah mencobanya untuk persiapan seri Malang, dan tidak ada masalah,” ujar dia.Hasan meminta seluruh pihak maklum dengan kondisi arena basket di Indonesia. Menurut dia, di Indonesia venue olahraga bola dan keranjang itu memang sedikit yang memenuhi standar federasi basket internasional (FIBA).

“Standar FIBA hanya di Hall Basket Senayan dan Britama Arena Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta. Itu pun dari kapasitas tempat duduk dan fasilitas masih belum standar FIBA,” ungkap dia.Hasan menjelaskan, hanya Hall Basket Senayan dan Britama Arena Mahaka Square yang boleh menggelar laga level internasional. Adapun GOR-GOR yang digunakan oleh IBL sejauh ini memang cuma bisa untuk pertandingan kelas domestik.Dia memastikan, untuk pemilihan arena, operator IBL sudah memperhatikan standar. Namun, Hasan menyebut masih ada yang bisa lebih diperhatikan dalam pemilihan GOR-GOR tersebut.

“Misalnya, untuk seri Surabaya dan Solo dengan kondisi seperti itu, kita pilihkan waktu yang tidak terlalu deras hujannya. Mungkin Kita geser ke awal November saat musim hujan belum terlalu lebat,” ujarnya.

Terkait persaingan antartim, Hasan mengaku sangat bahagia karena kompetisi berjalan semakin ketat. Menurut dia, persaingan sengit ini membuat belum adanya tim yang bisa dengan lega memastikan tempat di fase play-off. “Khususnya persaingan di Divisi Merah sangat seru, NSH Jakarta masih kokoh memimpin, di bawahnya, Satria Muda Pertamina, Bima Perkasa Jogja, Hang Tuah, serta Prawira Bandung masih terus berjuang. Jadi, dipastikan laga-laga menjelang akhir ini semakin menarik karena akan sangat menentukan,” kata Hasan.

Adapun di Divisi Putih, Stapac Jakarta semakin meninggalkan pesaing lainnya dengan 11 kemenangan dari 12 laga. Hasan melihat Stapac sudah bisa mengamankan tempat di babak play-off. "Finalis musim lalu, Pelita Jaya Jakarta, berpeluang besar mendampingi Stapac. Satu tempat tersisa masih ramai diperebutkan tiga tim, Satya Wacana Salatiga, Pacific Caesar Surabaya, dan Bogor Siliwangi," ujar dia.

Antusiasme menjelang seri ketujuh ditunjukkan oleh pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh. Dia mengatakan, saat ini timnya dalam kondisi kepercayaan diri tinggi menyusul kemenangan beruntun yang diraih dalam tiga pertandingan terakhir. "Sekarang kami sudah menang tiga kali beruntun. Masih harus menang terus juga melawan lima tim tersisa di babak reguler ini. Saya pikir kondisi kami sedang sangat baik," kata Youbel.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA