Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

MotoGP 2019 Diprediksi Kian Ketat

Sabtu 09 Feb 2019 12:36 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Danilo Petrucci

Danilo Petrucci

Foto: EPA-EFE/EDDY LEMAISTRE
Tiga pembalap berbeda jadi yang tercepat dalam tes pramusim di Sepang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEPANG -- Tes pramusim MotoGP di Sepang, Malaysia, selama tiga hari telah selesai. Tiga pembalap berbeda menjadi yang tercepat sejak hari pertama hingga terakhir.

Marc Marquez menjadi yang tercepat di hari pertama. Maverick Vinales tercepat di hari kedua, dan di hari terakhir Danilo Petrucci menjadi jawara dengan mencatatkan waktu tercepat sepanjang sejarah di Sepang.

Hasil tes pramusim perdana ini tentu bisa menjadi gambaran seperti apa persaingan dalam MotoGP 2019. Sebab performa dari masing-masing tim maupun pembalap sudah bisa terlihat. Yamaha misalnya, yang tampil dengan wajah baru setelah mengubah nama tim menjadi Monster Yamaha tampil cukup impresif dengan YZR-M1 2019. Yamaha membuktikan motornya sudah layak bersaing dengan Honda.

Penggawa Yamaha, Valentino Rossi, meskipun tak berhasil menjadi yang tercepat, merasa motornya mendekati performa terbaik yang diingnkan. Rossi selalu mengeluhkan buruknya performa motor YZR-M1 musim lalu.

Menurut Rossi, setelah kehilangan kecepatan selama dua musim, kini motor yang tampil gahar dengan warna hitam biru itu bisa menemukan jati dirinya. ''Yamaha telah bekerja, kami mencoba sesuatu. Kali ini kami mencoba sesuatu yang telah menunjukan perbaikan,'' ujar Rossi dikutip dari Crash, Sabtu (9/2).

photo
Pebalap MotoGP Valentino Rossi (kanan) dan Maverick Vinales berpose di depan motor YZR-M1 saat peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP Team di Jakarta, Senin (4/1/2019).


Dengan motor barunya tersebut, Rossi kini optimistis bisa menjuarai MotoGP 2019. Pembalap yang sebentar lagi menginjak usia 40 tahun itu mengungkapkan atmosfer, khususnya ide-ide di dalam tim sangat menyenangkan. Itu karena Yamaha sangat berkonsentrasi untuk bekerja keras melakukan perbaikan.

Sementara, Petrucci yang menutup tes di Sepang dengan penampilan impresif, mengaku senang bisa menjadi yang tercepat. Namun, ia merasa itu bukanlah sesuatu yang spesial karena tidak menghasilkan poin atau tidak mengejar posisi pole.

Bicara soal kansnya di musim ini, pembalap Ducati tersebut malah memuji lawannya Maverick Vinales. ''Saya pikir Vinales akan lebih cepat. Vinales balapan dengan sangat cepat di cuaca panas,'' kata Petrucci.

Menurut Petrucci, Vinales dan Marquez menjadi pembalap terkuat dalam tiga hari ini, meski dalam cuaca yang panas. Bahkan ia menyebut Rossi sebagai saingannya untuk meraih podium di musim ini karena penampilan yang sangat baik tahun lalu. Alex Rins dan Morbidelli juga dinilainya akan menjadi lawan yang kuat.

Petrucci mengungkapkan kelemahannya adalah di saat balapan dalam cuaca panas. ''Jadi berjuang untuk posisi lima teratas masih sulit,'' kata dia.

Ujian sesungguhnya justru ada pada juara dunia musim lalu, Marc Marquez. Sudah memasuki tes pramusim, cedera yang belum pulih membuatnya hanya menjalani tes sebanyak 105 lap selama tiga hari. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu, sebanyak 194 lap. Karena cederanya itulah, Repsol Honda sangat berhati-hati dalam mengatur jadwal pembalap asal Spanyol tersebut di trek.

photo
Marc Marquez


Namun, yang dikhawatirkan Marquez bukanlah soal pemulihan fisiknya. Melainkan mentalnya karena kurang persiapan untuk menyambut musim 2019. ''Karena sulit selesai di tengah balapan setiap hari dan melihat pembalap lain beraksi di trek saat Anda menunggu atau bersama dengan fisioterapis,'' ungkap Marquez.

Oleh karena itu, Marquez mengaku harus tetap tenang dan terus berdiskusi dengan timnya karena ia tak sabar untuk segera kembali turun ke trek. Ia pun masih ingin mencoba ban barunya.

Namun Honda tak ingin mengambil risiko karena balapan akan dimulai kurang dari dua bulan lagi. Sehingga, Marquez masih harus sabar menunggu cederanya pulih 100 persen.

Dengan melihat tes pramusim yang menarik ini, maka MotoGP 2019 diprediksi akan berjalan menarik. Ini karena tidak ada pembalap yang mendominasi selama tiga hari. Semua pembalap memiliki peluang untuk menjadi yang tercepat, ditambah kandidat juara, Marquez, masih fokus untuk sembuh dari cedera.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA