Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Ujian Solskjaer di Eropa

Selasa 12 Feb 2019 05:21 WIB

Rep: Frederikus Bata/ Red: Citra Listya Rini

Ole Gunnar Solskjaer

Ole Gunnar Solskjaer

Foto: EPA-EFE/Svein Ove Ekornesvaag
Ini menjadi laga kompetitif pertama antara Manchester United dan PSG.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER    Liga Champions kembali bergulir. Babak 16 besar musim 2018/2019 ini diawali dengan big match antara Manchester United melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Old Trafford, Rabu (13/2) dini hari WIB. 

Laga di Theater of Dreams ini bakal menjadi ajang pembuktian pelatih interim Manchester United Ole Gunnar Soslkjaer di Eropa. Solskjaer telah membuktikan hasil racikannya di Inggris dengan mengantongi delapan kemenangan dan satu imbang dari sembilan laga di Liga Primer Inggris. 

Iblis Merah kini berada di empat besar klasemen sementara Liga Primer Inggris. Sejak menggantikan posisi Jose Mourinho, Solskjaer telah meraup 25 angka buat Manchester United. Catatan tersebut belum termasuk dua kemenangan di ajang Piala FA musim ini.

Semangat berkobar di kubu Iblis Merah menjelang kedatangan Les Parisiens. Namun, Solskjaer meminta aak-anak asuhnya tidak jemawa. Pelatih asal Norwegia itu memprediksi laga di Old Trafford berlangsung sengit. Sebuah hiburan berkelas tengah pekan. Ini akan menjadi laga kompetitif pertama antara Manchester United dan PSG.

photo
Ole Gunnar Solskjaer (tengah) dan Marcus Rashford (kanan).

Iblis Merah dan PSG sebelumnya pernah bertemu di turnamen pramusim International Champions Cup pada 2015. Waktu itu, PSG menang 2-0 lewat gol-gol Blaise Matuidi dan Zlatan Ibrahimovic.

"Ini akan menjadi malam yang fantastis di bawah lampu sorot. Para penggemar akan menikmati itu," kata Solskjaer dikutip dari Telegraph, Senin (11/2).

Kendati sedang berada dalam tren positif, Solskjaer tak menampik anak-anak asuhnya masih membutuhkan banyak jam terbang. Menurut the Baby-Faced Assasin, pelajaran nyata biasanya didapat dari partai seperti ini. Setelah meladeni PSG di Liga Champions, Manchester United dijadwalkan bertemu Chelsea dan Liverpool pada ajang Liga Primer Inggris.
 
Namun Solskjaer menegaskan, fokus Iblis Merah saat ini hanya untuk PSG. Melihat sederet jadwal berat, kebijakan rotasi jadi opsi yang bisa diambil. Sang juru taktik sudah memulai hal itu saat Manchester United bertemu Fulham akhir pekan lalu.
 
photo
Alexis Sanchez
 
Penyerang sayap tuan rumah, Alexis Sanchez menegaskan, trofi Liga Champions salah satu target pribadi yang ingin diraihnya. Kendati pernah memperkuat klub-klub elite macam Barcelona, dan Arsenal, Sanchez belum pernah merebut si Kuping Lebar. Agar target tersebut menjadi kenyataan, maka MU kudu melewati PSG terlebih dahulu.
 
"Jika kami menang di Old Trafford, kami tidak boleh kebobolan. Dengan demikian, saya pikir kami akan menjadi favorit di leg kedua," ujar Sanchez dilansir dari FourFourTwo.
 
Beralih ke tim tamu, PSG saat ini dalam kondisi pincang menuju Old Trafford. Skuat asuhan Thomas Tuchel dipastikan tak diperkuat Neymar. Mantan pemain Barcelona itu mengalami patah tulang metatarsal. Jika penyembuhan berjalan baik, kapten tim nasional (timnas) Brasil itu baru kembali merumpul pada April 2019.
 
Edinson Cavani juga diragukan tampil di Old Trafford. Tendon di pinggul kanan Cavani bermasalah seusai memperkuat PSG menumbangkan Bourdeaux, 1-0. Tim medis masih
terus memantau perkembangan kesehatan penyerang timnas Uruguay itu.
 
Kemudian bek kanan Thomas Meunier juga diragukan kebugarannya. Pesepak bola asal Belgia itu mengalami gegar otak ringan. Sebuah pukulan telak bagi Tuchel jelang sebuh duel maha penting.
 
photo
Thomas Tuchel
 
Meski begitu, masih ada kabar baik, di tengah serangkaian informasi di atas. Gelandang Marco Verratti siap tampil di Old Trafford. Hadirnya Verratti membawa kesegaran di lini tengah Les Rouge-et-Bleu. "Kami kehilangan banyak pemain kunci. Ini tantangan yang sangat besar, tapi kami siap pada Selasa (11/2) (waktu setempat) nanti," ujar Tuchel.
 
PSG sudah terbiasa menjalani big match di kancah Eropa musim ini. Di Penyisihan, Julian Draxler dan rekan-rekan sudah tergabung di grup maut. Kala itu elite Prancis ini bersaing ketat dengan Liverpool dan Napoli.Pada akhirnya, PSG dan the Reds lolos ke fase knock out
 
DATA dan FAKTA 
  • Manchester United memenangi enam dari tujuh partai dua leg melawan tim-tim Prancis. 
  • Tim Prancis terakhir yang dihadapi Manchester United adalah Saint-Etienne di babak 32 besar Liga Europa 2016/2017.
  • Manchester United selalu menang dalam tiga laga terakhirnya melawan tim-tim asal Prancis.
  • Manchester United belum pernah kalah di kandang sendiri melawan tim-tim asal Prancis. 
  • PSG memenangi tiga dari enam partai dua leg melawan tim-tim Inggris. 
  • PSG baru pernah sekali menang tandang melawan tim-tim Inggris. 
  • PSG pernah dua kali menyingkirkan tim Inggris di babak 16 besar Liga Champions, yakni Chelsea.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA