Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Persija Upayakan Kasus Simic Diselesaikan Kekeluargaan

Jumat 15 Feb 2019 21:46 WIB

Red: Israr Itah

Pesepak bola Persija Jakarta Marko Simic (kiri).

Pesepak bola Persija Jakarta Marko Simic (kiri).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Cara musyawarah dan kekeluargaan adalah jalan tengah terbaik, terutama bagi Persija.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manajemen Persija Jakarta mengupayakan agar kasus dugaan pelecehan seksual oleh penyerangnya Marko Simic diselesaikan secara kekeluargaan. Ini disampaikan CEO Persija Ferry Paulus.

Baca Juga

"Intinya, kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan kenapa harus jauh-jauh sampai pengadilan?" ujar Ferry di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (15/2).

Menurut Ferry, dari sisi timnya, cara musyawarah dan kekeluargaan adalah jalan tengah terbaik, terutama bagi Persija.

Saat ini, dia melanjutkan, pengacara Simic di Australia yang dibantu kuasa hukum Persija Gusti Randa tengah mencari identitas korban supaya dapat menjalin komunikasi. Selentingan kabar yang mengatakan bahwa korban adalah warga negara Indonesia.

"Ada petunjuk yang menyebut bahwa korban merupakan WNI yang memiliki usaha di Australia. Namun identitas nama pastinya belum ditemukan," tutur Ferry.

Jika cara kekeluargaan berhasil, Marko Simic dapat kembali ke Indonesia sebelum 9 April 2019. Kalau gagal, penyerang asal Kroasia itu tidak boleh meninggalkan Negeri Kanguru sampai dia menjalani sidang tanggal 9 April 2019. Namun, Persija masih berharap jalan lain di luar pengadilan dapat diterapkan seandainya cara kekeluargaan tak disetujui korban.

"Pasti ada rencana A atau B. Pekan depan pada Selasa atau Rabu, Pak Gusti Randa berangkat ke sana. Saya tidak tahu opsi apa yang bisa dihasilkan dari kehadiran Pak Gusti di sana sebagai pengacara pendamping kuasa hukum Simic," tutur Ferry.

Marko Simic dibawa ke kantor polisi pada Ahad (10/2). Polisi Federal Australia (AFP) Bandara Sydney menangkapnya atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan dalam pesawat dari Bali menuju Sydney, Australia.

Pesepak bola berusia 31 tahun itu kemudian dilepaskan dengan jaminan. Ia telah menjalani persidangan di Pengadilan Lokal Downing Centre, Sydney, Selasa (12/2). Persidangan berlangsung beberapa jam sebelum dirinya menjalani pertandingan kualifikasi kedua Liga Champions Asia 2019 menghadapi Newcastle Jets, di mana dia tampil penuh 120 menit.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA