Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

'Kasus Simic Harusnya Diselesaikan di Indonesia'

Kamis 14 Feb 2019 22:43 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Israr Itah

Marko Simic

Marko Simic

Foto: Dok Persija
Pelecehan yang dituduhkan kepada Simic terjadi di dalam maskapai berbendera Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kasus yang menimpa striker Marco Simic seharusnya diselesaikan di wilayah hukum Indonesia. Ini disampaikan Gusti Randa yang bertugas mendampingi kuas hukum Persija Jakarta untuk kasus Simic. Sebab, kejadian pelecehan yang dituduhkan kepada Simic terjadi di dalam maskapai berbendera Indonesia.

Baca Juga

Mengacu ke hukum pelayaran dan penerbangan, kata Gusti, kejadian yang terjadi di dalam pesawat harus mengacu pada ketentuan hukum di negara bendera berasal. Kasus Simic terjadi dalam maskapai milik Garuda Indonesia. “Secara hukum,  locus delicti-nya (tempat kejadian perkara) berada di atas penerbangan yang berbendera Indonesia. Maka yang semestinya berlaku adalah hukum dan yurisdiksi di Indonesia,” kata Gusti, Kamis (14/2).

Manajemen Persija Jakarta resmi menunjuk Gusti Randa sebagai pengacara untuk menangani kasus Marko Simic di Australia. Namun Gusti menjelaskan, dalam kasus ini, dia tak bisa mendampingi Simic. Melainkan hanya sebagai asistensi hukum di luar acara pengadilan. Gusti tak bisa ikut mendampingi Simic saat persidangan di Asutralia. 

“Sampai sekarang ini, kami baru mengetahui sudah dilakukan pengadilan pertama,” ujar Gusti. Pengadilan selanjutnya, akan digelar pada 9 April. Tim pendamping hukum, pun kata Gusti belum ada rencana bertolak ke Australia. Sementara ini, kata dia, ia hanya mencoba mencari penjelasan tentang duduk perkara yang mendera striker asal Kroasia tersebut.

Yang pasti, kata Gusti, saat ini Simic sudah berstatus tersangka. Walau tidak berada di sel, paspornya saat ini dalam penahanan pengadilan Australia. “Ia dibolehkan berkeliaran selama masih berada di wilayah hukum Australia,” kata Gusti. 

Kasus Simic ditangani lewat jalur diplomatik tiga negara. Sebab, Simic merupakan warga negara Kroasia yang bekerja di wilayah hukum Indonesia. Sedangkan kasusnya, terjadi di wilayah hukum Australia. Kedutaan Besar Kroasia di Sydney, pun sudah membentuk tim hukum sebagai bantuan kepada Simic. Sementara Gusti, menjadi utusan hukum Persija tempat Simic bekerja.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA