Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Indra Sjafri Benahi Pertahanan Timnas U-22 Lawan Kamboja

Kamis 21 Feb 2019 15:27 WIB

Red: Israr Itah

Pemain Timnas U-22 Hanif Abdurrauf Sjahbandi (kanan) berebut bola dengan rekannya Fredyan Wahyu (tengah) dalam latihan menjelang pertandingan Sepak Bola AFF U-22 di lapangan Stadion AIA - Home Of Western, Phnom Penh, Kamboja, Kamis (21/2/2019).

Pemain Timnas U-22 Hanif Abdurrauf Sjahbandi (kanan) berebut bola dengan rekannya Fredyan Wahyu (tengah) dalam latihan menjelang pertandingan Sepak Bola AFF U-22 di lapangan Stadion AIA - Home Of Western, Phnom Penh, Kamboja, Kamis (21/2/2019).

Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Indra mengaku akan lebih melakukan pendekatan individual.

REPUBLIKA.CO.ID, PHNOMPENH -- Pelatih Indra Sjafri berusaha membenahi pertahanan tim nasional Indonesia U-22 menjelang laga pamungkas penyisihan Grup B Piala AFF U-22 menghadapi tuan rumah Kamboja di Stadion Nasional, Phnom Penh, Jumat (22/2) malam. Indra mengaku akan lebih melakukan pendekatan individual dalam upaya pembenahan tersebut, mengingat menurut dia sulit untuk memperbaiki kekurangan tim dalam jangka waktu yang hanya sehari.

Baca Juga

"Kesalahan dan kekurangan tim itu tidak bisa diperbaiki dalam satu hari, harus cukup waktu. Tapi pasti kami benahi secara individu, bicara sama mereka kenapa, perbaikannya bagaimana, pasti akan kami kasih solusi kepada mereka," kata Indra selepas sesi latihan di Lapangan Western University, Phnom Penh, Kamis.

Lini belakang Indonesia bermain dalam tingkat kedisiplinan cukup baik dalam dua laga awal kontra Myanmar dan Malaysia. Namun hal itu tak mampu membendung tiga gol yang sudah masuk ke gawang mereka sejauh ini.

Pada laga pertama melawan Myanmar, Indonesia cukup meninggalkan lubang besar di sektor kiri pertahanan ketika menempatkan Samuel Christianson Simanjuntak. Ia kerap terlihat lambat untuk menutup areanya sendiri dalam situasi transisi menyerang ke bertahan. Bahkan gol yang dicetak Myanmar juga lahir dari sisi kiri di mana ruang itu terbuka karena ditinggalkan oleh Samuel. 

Sedangkan pada laga kedua melawan Malaysia, Indonesia cukup lengah mengantisipasi bola-bola mati, bahkan kedua gol Harimau Malaya lahir dari situasi bola mati yakni tendangan bebas dan sepak pojok.

Asisten pelatih timnas U-22 Nova Arianto mengaku bahwa kelemahan mengantisipasi bola mati menjadi evaluasi utama bagi Indonesia menjelang menghadapi Kamboja.

"Sebab walaupun Kamboja tidak punya pemain tinggi, mereka memiliki pemain  yang cukup baik," kata Nova.

Nova juga mengisyaratkan bahwa lini belakang Garuda Muda bukan tidak mungkin bakal mengalami rotasi saat menghadapi Kamboja besok.

Sejauh ini lini belakang Indonesia selalu diisi Asnawi Mangkualam Bahar di sektor bek kanan serta duet kapten Andy Setyo Nugroho dan Rachmat Irianto sebagai bek tengah. Sedangkan bek kiri pada pertandingan pertama diisi Samuel dan Firza Andika pada laga kedua.

Timnas U-22 masih memiliki sejumlah opsi bek yang hingga saat ini belum dimainkan termasuk bek kanan Fredyan Wahyu dan bek tengah Nurhidayat Haji Harris dan Bagas Adi Nugroho.

Menghadapi Kamboja, Indonesia wajib menang jika ingin menentukan nasib sendiri untuk lolos ke babak semifinal tanpa terpengaruh hasil apapun yang terjadi di laga Jumat (22/2) sore antara Malaysia melawan Myanmar.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA