Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Icardi Curhat, Ungkap Rasa Cinta ke Inter Milan

Jumat 01 Mar 2019 15:52 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Mauro Icardi

Mauro Icardi

Foto: EPA-EFE/Matteo Bazzi
Icardi menyiratkan, ada pihak internal Inter yang ingin 'menenggelamkannya'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mauro Icardi curhat tentang kondisi yang dialaminya di Inter Milan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Pernyataan Icardi menyiratkan, ada pihak di internal Inter yang sengaja ingin "menenggelamkannya".

"Saya tidak tahu apakah ada rasa hormat terhadap Inter dan saya dari pihak yang membuat keputusan," kata Icardi, dilansir dari Football Italia, Jumat (1/3).

Baca Juga

Icardi tak pernah bermain bagi Inter sejak 9 Februari lalu. Statusnya sebagai kapten dicopot. Ia kembali dipinggirkan pelatih Luciano Spalletti pada laga lanjutan Seri A Italia melawan Cagliari, Sabtu (2/3) dini hari WIB.

Awalnya ia diduga sedang menjalani pemulihan cedera lutut, tetapi pernyataan pemain asal Argentina itu menyiratkan bukan itu yang terjadi. Melalui unggahannya, dia mengungkapkan rasa cintanya kepada Nerazzurri. Ia juga memberikan sinyal siap berkompromi untuk melewati masa sulit ini.

"Ini pada saat-saat paling sulit ketika cinta sejati ditunjukkan. Pada saat itulah saya memutuskan untuk tinggal di Inter, bersama Inter. Ketika saya merasakan itu dengan tujuan saya, saya dapat membantu Inter menjadi lebih kuat, di antara banyak hal," kata dia.

Dia mengatakan begitu mencintai Inter. Dia mengaku selalu memilih untuk tetap tinggal bersama Nerazzurri meski mendapatkan tawaran yang akan sulit ditolak oleh pemain lain. Bahkan, tak jarang dia memaksakan dirinya demi kepentingan klub.

“Saya bermain dengan rasa sakit yang membuat saya menangis setelah pertandingan, dan hari-hari berikutnya. Namun, saya selalu bersikeras melupakan rasa sakit yang saya rasakan, dengan satu-satunya tujuan memberikan semua yang saya bisa untuk membantu warna-warna ini. Di Inter. Bersama Inter. Demi Cintaku pada warna Nerazzurri karena hanya ada Inter," lanjut dia.

Dia menambahkan, meski dalam keadaan sulit, hal itu tidak menjadi masalah yang berarti jika dijalani bersama Inter. Dia selalu mengatakan kepada tim bahwa selalu ada harapan meski sulit untuk mendapatkan kemenangan.

“Melakukannya dengan Inter memiliki makna yang unik, bahwa hanya Interisti sejati yang dapat memahami dan merasakan. Saya mewujudkan impian saya, saya mewujudkan impian kita semua Interesti, kembali ke Liga Champions, dengan tim tempat saya menjadi kapten. Karena saya selalu merasakan dan menularkan cinta untuk warna-warna ini," ujar dia.

Selain itu, dia bahkan selalu tidak setuju dengan mereka yang pada kesempatan pertama, mencoba untuk meninggalkan klub. Dia menghormati para penggemar, rekan tim saya, klub dan semua pelatih yang telah datang dan pergi selama dia di klub. Dirinya merasa telah begitu akrab dengan klub, baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Setiap kali ada pemain baru, menunjukkan kepada mereka bahwa hanya dengan semangat kami dapat mencapai tujuan kami. Saya tahu apa itu cinta untuk Inter dan para penggemar Inter tahu ini karena mereka telah melihat bagaimana saya menderita, menangis, berjuang dan akhirnya bersukacita dalam warna-warna ini. Di Inter. Bersama Inter," kata dia.

Dalam pernyataannya itu, dia mengatakan bahwa semua perjuangannya adalah demi Inter atas dasar cintanya kepada Nerazzurri. Dia menghormati dan mencintai semua pihak, namun dia mempertanyakan rasa cinta dan hormat yang sama dari pihak yang mengambil keputusan.

“Saya tidak tahu apakah, pada saat ini, ada cinta dan rasa hormat terhadap Inter dan saya di pihak mereka yang membuat keputusan. Saya tidak tahu apakah ada keinginan dari seseorang untuk bertindak dan menyelesaikan sesuatu hanya secara eksklusif untuk kepentingan Inter," kata dia.

Layaknya keluarga, lanjut dia, segala hal bisa saja terjadi, pasang-surut keharmonisan adalah hal yang biasa, dan hanya cinta yang akan membuat keluarga itu tetap bertahan.

"Karena cinta, seseorang dapat berdiri untuk banyak hal. Namun, rasa hormat tidak boleh kurang. Ini adalah nilai-nilai saya, ini adalah nilai-nilai yang selalu saya perjuangkan. Dalam ceritaku. Di Inter. Dengan Inter," ungkap dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA