Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Jelang Semifinal IBL, NSH dan Peak Gelar Syukuran

Senin 04 Mar 2019 23:02 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Israr Itah

Jelang menghadapi Semifinal IBL 2018-2019 pekan depan, tim basket putra NSH Jakarta bersama Peak Indonesia menggelar syukuran bersama para anak yatim piatu dan anak jalanan binaan panti sosial  Bina Remaja Taruna Jaya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2019).

Jelang menghadapi Semifinal IBL 2018-2019 pekan depan, tim basket putra NSH Jakarta bersama Peak Indonesia menggelar syukuran bersama para anak yatim piatu dan anak jalanan binaan panti sosial Bina Remaja Taruna Jaya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2019).

Foto: dok. Istimewa
Syukuran NSH ini mengajak para anak yatim piatu dan anak jalanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Jelang menghadapi semifinal IBL Pertamax 2018-2019 pekan depan, tim basket putra NSH Jakarta bersama Peak Indonesia menggelar syukuran bersama. Syukuran NSH ini mengajak para anak yatim piatu dan anak jalanan binaan panti sosial Bina Remaja Taruna Jaya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2019).

Baca Juga

Musim ini kiprah NSH Jakarta yang diarsiteki oleh pelatih Wahyu Widayat Jati mengundang banyak perhatian. Mereka menciptakan sejarah baru dengan berhasil lolos ke play-off sekaligus semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka mengikuti kompetisi basketball profesional Indonesia. 

Diprediksi sebagai kuda hitam di awal musim, NSH Jakarta justru mengakhiri regular season IBL 2018-2019 sebagai pemuncak Divisi Merah. Pada semifinal pekan mendatang, mereka menghadapi juara  Satria Muda Pertamina Jakarta. SM lolos ke semifinal setelah dengan meyakinkan mengalahkan Bima Perkasa Jogja dengan 2-0 langsung di babak pertama play-off IBL.

“Kami bersyukur dengan pencapaian tim di musim ini. Ini merupakan sejarah yang dibuat oleh NSH Jakarta,” ujar Arlan, manajer im NSH Jakarta.

Selain langsung lolos ke babak semifinal, pencapaian NSH diapresiasi oleh IBL dengan empat gelar individu nominasi antara lain Coach of The Year (Wahyu Widayat Jati), Most Improved Player (Muhammad Irman), Most Valuable Player (Andre Rorimpandey) dan Dashaun Wiggins untuk kategori pemain asing terbaik. Arlan berpesan kepada timnya untuk memberikan kemampuan terbaik dan jangan cepat puas atas pencapaian ini. Ia percaya sejarah bisa diciptakan kembali.

"Atas nama manajemen NSH Jakarta kami mengucapkan terima kasih untuk pengorbanan dan dedikasi kalian bersama tim ini. Tidak lupa kepada Peak serta Injers yang telah menjadi keluarga besar NSH Jakarta," kata dia.

Senada dengan Arlan, Wahyu Widayat Jati yang jadi otak strategi tim NSH juga berpesan kepada skuatnya untuk memberikan yang terbaik dan tidak terbebani menatap babak semifinal nanti. Ia menyampaikan respek kepada manajamen, coaching staff dan juga semua pemain yang sudah berjuang keras melewati suka dan duka musim ini. "Tidak lupa terima kasih juga kepada fans NSH Jakarta, Peak Indonesia, Injers dan rekan-rekan media yang sudah banyak meliput tim ini. Menghadapi semifinal nanti siapa pun lawannya kami sudah siap," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA