Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Kamis, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Tuchel Kantongi Strategi Meredam MU

Kamis 07 Mar 2019 03:13 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Indira Rezkisari

Thomas Tuchel

Thomas Tuchel

Foto: EPA-EFE/Christophe Petit Tesson
Tuchel menyadari tidak mudah untuk bisa mengalahkan MU.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Juru taktik Paris Saint-Germain (PSG) Thomas Tuchel mengaku telah menyiapkan strategi untuk meredam kesebelasan asal Inggris Manchester United (MU) pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Meski begitu, ia sadar mengalahkan MU bukanlah hal yang mudah.

Berlangsung di Stadion Parc de Princes, Kamis (7/3) dini hari WIB, MU dipastikan bakal memasang skema 4-4-2. Itu, mengingat anak asuh Ole Gunnar Solskjaer tengah diterpa badai cedera dan akumulasi kartu.

Alhasil, Tuchel bakal menerapkan permainan dengan tempo sedang kepada Marco Verratti dan kolega. Pasalnya, ia tidak ingin terlena dan terjebak perangkap serangan balik the Red Devils.

"Kami ingin mengatur tempo dan mengontrol pertandingan di separuh daerah lawan dan menghentikan serangan balik mereka dengan cara high pressing. Sebab, dua penyerang mereka sangat cepat dan kuat," ucap Tuchel seperti dilansir laman resmi UEFA.

Menjelang laga ini PSG sejatinya sudah diuntungkan dengan laga tandang, ketika bertamu ke Old Trafford Les Parisien sukses mencuri dua gol tanpa balas. Alhasil, bola panas berada di MU. Ashley Young dan kawan-kawan dituntut untuk bisa mengejar ketwrtinggalan dua gol kala mentas di Paris.

Menanggapi hal tersebut eks pelatih Borussia Dortmund mengaku pasukannya untuk tetap membumi dan tidak memandang sebelah mata lawannya. Terlebih, Tuchel mengaku kagum dengan sosok Solskjaer yang berhasil mengembalikan mentalitas MU.

"Mereka memiliki catatan kuat di bawah Solskjaer. Jadi saya mendefinisikan bahwa semangatnya telah membawa MU kembali ke jalur semestinya," sambung Tuchel.

Les Parisien bisa dikatakan masih begitu superior bagi MU. Sepanjang musim ini, mereka baru sekali kalah ketika bermain di hadapan pendukung sendiri. Sedangkan, MU memiliki rekor buruk dengan tak pernah bisa melakukan comeback dari kekalahan kandang leg pertama di kompetisi benua biru.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA