Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

UEFA Bela Skomina Berikan Penalti untuk MU Saat Tekuk PSG

Jumat 08 Mar 2019 20:00 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Endro Yuwanto

Babak 16 besar Liga Champions, PSG vs MU

Babak 16 besar Liga Champions, PSG vs MU

Foto: republika
Tangan Kimpembe berada jauh dari badannya saat menghalau tendangan Diogo Dalot.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) akhirnya membuka suara terkait dengan penalti di menit akhir yang membantu Manchester United (MU) menang atas Paris Saint-Germain (PSG) di babak 16 besar Liga Champions tengah pekan ini. Kemenangan 3-1 MU atas PSG itu sempat dianggap kontroversi mengingat penalti yang diberikan wasit Damir Skomina berasal dari handball Presnel Kimpembe.

Skomina memang tidak langsung memutuskan handball tersebut sebagai pelanggaran. Namun ia diingatkan oleh video assistant refree (VAR) bahwa itu pelanggaran dan bisa mengaktifkan protokol VAR.

Baca Juga

Setelah melihat siaran ulang, UEFA menyatakan wasit memberikan hukuman penalti karena tangan Kimpembe berada jauh dari badannya saat menghalau tendangan Diogo Dalot.

''Menyusul ulasan di lapangan, wasit memastikan jarak bola yang melaju tidak terlalu jauh dan karena itu dampaknya bisa tidak terduga. Tangan bek tidak dekat dengan badan,'' ujar UEFA dalam sebuah pernyataan dikutip dari Sky Sports, Jumat (8/3).

Pimpinan wasit UEFA Roberto Rosetti juga membela keputusan Skomina. Pada Januari 2019 lalu, ia mengatakan jika bek melebarkan badannya dengan tangan untuk menghalau bola, maka itu dianggap tidak adil. Karena kasus tersebut, badan yang membuat aturan sepak bola, Football Association Board (IFAB), bergerak cepat mengklarifikasi interpretasi handball dalam pertemuan tahunan pekan lalu.

IFAB memutuskan jika bola terkena tangan pemain saat menghalau bola meski tanpa sengaja, maka itu bisa penalti. Dan mulai musim depan, gol yang dicetak atau diciptakan dengan tangan, walaupun tidak sengaja, akan dianulir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA