Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Rionny Mainaky Jadi Pelatih Utama Tunggal Putri Pelatnas

Jumat 15 Mar 2019 14:31 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Endro Yuwanto

Susy Susanti

Susy Susanti

Foto: Dok PBSI
Rionny sebelumnya melatih tim nasional bulu tangkis Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PBSI melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Susy Susanti, mengumumkan pemanggilan Rionny Frederik Lambertus Mainaky sebagai pelatih utama tunggal putri Pelatnas Cipayung, Jumat (15/3).  Rionny akan bertugas didampingi oleh Minarti Timur sebagai asisten pelatih utama sektor ini dan Herli Djaenudin, pelatih atlet pratama.

“Sudah diputuskan Rionny Mainaky menjadi pelatih utama tunggal putri. Resminya mulai melatih tanggal 1 April. Tapi di akhir bulan Maret ini, Rionny sudah ada di Cipayung,” kata Susy dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (15/3).

Pemanggilan pelatih PBSI sebelumnya sudah dilakukan sejak awal tahun. Namun nama Rionny baru diumumkan sekarang karena menunggu kontraknya dengan Jepang selesai. Susy mengatakan tak ingin mengganggu komitmen Rionny dengan Jepang yang baru berakhir setelah All England 2019 pekan lalu.

“Kami mau saling jaga. Kami ada kode etik juga. Kami tidak mau kontrak Rionny dengan Jepang kemarin terganggu di tengah jalan. Kami dari PBSI dan Rionny juga sepakat hubungan kami dengan Jepang ke depannya akan tetap baik,” jelas Susy.

Proses pencarian dan pendekatan calon pelatih utama tunggal putri sudah terjadi sejak tahun lalu. Susy mengatakan, ia cukup selektif dalam mencari sosok yang tepat untuk menggembleng Gregoria Mariska Tunjung dkk. Sebelumnya, Susy dan tim PBSI sudah mengantongi beberapa nama pelatih. Namun dengan berbagai pertimbangan dan kebutuhan, nama Rionny akhirnya diputuskan untuk mengisi posisi pelatih utama tunggal putri.

"Dari semua penilaian itu, disaring, didiskusikan, ada kesepakatan, kecocokan dan visi misi, akhirnya kami putuskan. Sepertinya yang paling cocok adalah Rionny,” kata peraih medali emas tunggal putri Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.

Pengalaman Rionny yang sudah menjadi pelatih di klub dan tim nasional Jepang diharapkan mampu meningkatkan kualitas tunggal putri Indonesia. Susy juga berharap Rionny bersama pelatih tunggal tunggal putri lainnya bisa saling bersinergi.

“Kebutuhan kami saat ini semuanya ada di Rionny dan dia mau pulang (ke Indonesia) juga. Pas juga kontrak dia selesai. Bukan suatu kebetulan, tapi saya pikir memang jodohnya,” jelas Susy.  “Di sisi lain, visi misi Rionny dengan para pelatih tunggal putri Indonesia saat ini cocok. Sekarang tunggal putri juga menunjukkan ada kemajuan. Jadi saya mau Rionny dan Minarti menjadi satu tim yang solid.”

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA