Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Persembahan untuk Sang Legenda di Final IBL

Kamis 21 Mar 2019 08:31 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Dodo Sitepu saat mengangkat trofi juara IBL 2017/2018.

Dodo Sitepu saat mengangkat trofi juara IBL 2017/2018.

Foto: IG: ronaldositepu
Sebelum laga final dimulai akan ada seremoni untuk Christian Ronaldo Sitepu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Final pertama Liga Bakset Indonesia atau Indonesian Basket League (IBL) Pertamax 2018/2019 tak hanya akan menjadi panggung pertempuran Satria Muda (SM) Pertamina dan Stapac Jakarta. Kedua finalis tersebut dijadwalkan akan bertanding di Britama Arena, Jakarta Utara, malam ini WIB.

Sebelum laga, SM selaku tuan rumah sudah mempersiapkan seremoni khusus untuk legenda mereka, Christian Ronaldo Sitepu. Mantan big man SM itu resmi gantung sepatu sejak pertengahan tahun 2018.

Jasa pemain yang akrab disapa Dodo itu sangat besar bagi SM. Gelar juara musim lalu menjadi salah satunya. Sosok yang hanya memperkuat SM selama menjadi pebasket aktif tersebut telah dianggap sebagai legenda dan panutan para junior. Selama 12 tahun lamanya, Dodo berkeringat untuk SM.

“Saya berterima kasih dan bersyukur atas rencana acara seremoni nanti. Selama 12 tahun saya membela SM pertamina. Saya mengawali karier tahun 2006 sampai menutup karier di SM Pertamina tahun 2018, bukanlah hal yang mudah, naik turun dirasakan, tapi SM selalu mendukung saya, dan seremoni ini bentuk dukungan SM yang lain, untuk kehidupan saya ke depannya," kata Dodo kepada Republika, di Jakarta, Rabu (20/3).

Sosok yang kerap menjadi langganan skuat tim nasional (timnas) Indonesia tersebut menegaskan, dukungan SM untuknya sangatlah berarti. Terlebih, Dodo kini sedang merintis karier baru di dunia kepelatihan.

Dodo belum lama ini dipercaya menjadi asisten pelatih Kalila Indonesia Warriors, tim bentukan PP (Pengurus Pusat) Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) untuk menyongsong Piala Dunia Bola Basket 2023 mendatang. “Dukungan ini akan sangat berarti karena masih banyak yang akan saya hadapi. Terima kasih SM Pertamina," ujar pria dengan tinggi badan dua meter tersebut.

Dodo kemudian mengenang kebersamaannya dengan SM. Dia mengaku punya alasan kuat mengapa selalu setia kepada SM tanpa sedikit pun tergoda pindah ke klub lain.

“Saya tetap bertahan dan kenapa tidak pindah karena SM bukan hanya profesional tapi juga membuat saya mempunyai keluarga yang solid di basket, yang mendukung penuh pemainnya, terutama untuk masalah pendidikan,” kata dia.

Dodo mengaku sulit melupakan semua kenangan bersama SM. Namun, dari sekian banyak kenangan tersebut, memori tentang kebersamaan dengan seluruh penggawa SM selalu menyertainya. “Banyak hal yang berkesan, menang dan kalah. Yang paling berkesan ketika bersama-sama menghadapi kekalahan dan bangkit bersama,”ujar dia.

Setelah Dodo pensiun awal musim lalu, kekuatan SM Pertamina sedikit menurun. Hal tersebut terlihat dari hasil selama babak reguler. Sebagai juara bertahan, SM kalah sembilan kali. Menanggapi jalan terjal yang dilalui SM di babak reguler, Dodo menilai hal itu sebagai ujian untuk tim besar.

“SM mendapatkan ujian sesungguhnya sebagai tim yang besar dengan tidak komplitnya pemain dalam final ini. Bukan hasil tapi bagaimana mereka berjuang sebagai satu tim dan keluarga. Namun, saya yakin dengan mental anak-anak. Bukan hal yang tidak mungkin SM bisa mengambil gim final nanti,” ujar dia.

Dodo berharap kelak SM Pertamina tidak hanya sukses prestasi tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh pencinta basket Tanah Air. “Harapan tentunya SM terus eksis dan berprestasi di basket Indonesia, dan tiap-tiap bagian di SM bisa menginspirasi tiap anak muda Indonesia,” ujarnya.

Vice President Satria Muda Pertamina Rony Gunawan menyatakan, seremoni akan menjadi sajian istimewa bagi penonton yang memadati Britama Arena. \"Yang bisa saya sampaikan, kami akan mengadakan acara tribute untuk Christian Ronaldo Sitepu, salah satu pemain terbaik yang dimiliki Satria Muda Pertamina. Lihat nanti saja akan ada banyak kejutan lain," ujar dia.

Secara keseluruhan, duel klasik SM versus Stapac sudah 10 kali terjadi pada partai puncak pentas basket tertinggi di Indonesia. Kedudukan sementara kedua tim masih sama, yakni sama-sama memenangi lima laga. Dengan demikian, pertemuan nanti merupakan penentu siapa penguasa basket Indonesia.

Duel klasik di pentas basket Indonesia tersebut menarik minat penggemar basket. Untuk final pertama yang akan digelar pada Kamis (21/3), tiket sudah terjual hampir 100 persen. Final kedua dan ketiga akan digelar di C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/3) dan sehari berikutnya (jika dibutuhkan).

"Untuk final pertama di Britama Arena Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta, peminat luar biasa, sedangkan untuk final kedua di GOR C-Tra Arena, Bandung, sudah terjual lebih dari 50 persen," kata Direktur IBL, Hasan Gozali.

Menurut Hasan, selain dengan cara daring, tiket juga dijual di tempat atau secara on the spot. Untuk harga tiket pada final pertama nanti, kelas tribun sebesar Rp 50 ribu, sedangkan untuk yang di pinggir lapangan, tiket dijual seharga Rp 500 ribu.

"Kita siapkan penjualan tiket di tempat untuk pencinta basket yang tidak sempat beli secara online," kata dia menegaskan.

Pemain SM, Muhammad Sandy Azis Ibrahim, sudah tak sabar untuk segera melakoni laga nanti. Menurut dia, acara seremoni untuk Dodo akan menambah semangat pemain.

“Tentu acara tribute to Dodo akan menambah semangat dan memotivasi saya dan rekan satu tim karena Dodo merupakan sosok kakak dan mentor bagi saya dan tim selama dia bermain untuk Satria Muda dan tentunya kami akan menunjukkan penampilan terbaik kami di laga final nanti dan mudah-mudahan kita bisa back to back juara lagi," ujar Sandy.

Terkait persiapan timnya, Sandy memastikan SM siap tempur. Dia mengatakan, motivasi pemain sudah meningkat hingga tiga kali lipat untuk menghadapi Stapac. Sebagai shooting guard, Sandy melakukan banyak persiapan khusus dalam latihan menembak tiga angka. “Saya lebih mematangkan akurasi shooting dan menjaga kondisi supaya lebih siap lagi buat laga final besok,” ujar dia, kemarin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA