Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Selasa, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Stapac Siapkan Cara Pecahkan Full Court Press SM Pertamina

Sabtu 23 Mar 2019 17:22 WIB

Red: Israr Itah

Pelatih Stapac Jakarta Giedrius Zibenas (kiri).

Pelatih Stapac Jakarta Giedrius Zibenas (kiri).

Foto: Republika/Prayogi
Stapac memetik kemenangan 79-68 atas SM Pertamina di Britama Arena, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Stapac Jakarta menajamkan strategi arahan pelatih Giedrius Zibenas menjelang laga kedua final IBL 2018-2019 melawan Satria Muda (SM) Pertamina di GOR C'Tra Arena, Bandung, Sabtu (23/3) petang. Salah satu menu latihan adalah memecahkan full court press. 

Hal itu, kata pelatih Stapac Giedrius Zibenas, ditempuh karena pihaknya masih kurang puas dengan penampilan di awal dan akhir laga final pertama. Padahal Stapac memetik kemenangan 79-68 atas SM Pertamina di Britama Arena, Jakarta, Kamis (21/3).

Baca Juga

"Sebetulnya cuma persiapan reguler, ada sedikit penyesuaian memang. Sedikit perubahan detail strategi baik bertahan maupun menyerang," kata Zibenas selepas memimpin sesi latihan di C'Tra Arena, Jumat (22/3) petang.

Pelatih asal Lithuania itu mengaku tidak mungkin melakukan perombakan strategi hanya dalam waktu satu hari. Namun setidaknya ia berharap pemain bisa tampil sedikit lebih baik dibandingkan laga pertama.

Satu hal yang ingin dioptimalkan pelatih akrab disapa Gibi itu ialah strategi untuk mengunci aliran bola ke center Satria Muda, Dior Lowhorn. Ia menilai para pemainnya sudah melakukannya cukup baik pada laga pertama. "Itu salah satu kunci untuk menghentikan Satria Muda," katanya.

Stapac saat ini unggul 1-0 atas Satria Muda dan jika mereka menang di laga kedua, praktis tim besutan Zibenas berhak menyandang gelar juara IBL 2018-2019. Tapi jika Satria Muda menang, kedudukan menjadi 1-1 dan final akan dilanjutkan ke laga ketiga pada Minggu (24/3).

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA