Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Jabar Harus Jadi Lumbung Bibit Pesepakbola

Ahad 24 Mar 2019 09:38 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Suporter Persib Bandung, Viking.

Suporter Persib Bandung, Viking.

Foto: Beetroid.
Fasilitas seperti lapangan, sekolah sepakbola, hingga event-event perlu dibenahi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sepak bola menjadi olahraga dan hiburan yang paling digemari oleh masyarakat. Karenanya, penting bagi semua pihak untuk ikut andil dalam meningkatkan kualitas persepakbolaan di Indonesia, mulai dari pemain, klub, stadion, hingga event-event yang menarik.

Menurut artis yang juga politisi Partai NasDem, Muhammad Farhan, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi, dimana masyarakatnya memiliki kecintaan yang tinggi akan sepak bola. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan mulai dari tingkat bawah, untuk dapat menghasilkan bibit-bibit pesepakbola yang berkualitas. 

"Bagi saya yang terpenting adalah memastikan Jawa Barat sebagai salah satu lumbung bakat sepak bola terbaik di Indonesia," ujar Farhan, Sabtu (23/3).

Farhan mengatakan, Persib harus menjadi motor bagi masyarakat dan seluruh stakeholder untuk ikut mengembangkan sepak bola di tanah air. Selain itu, sekolah sepakbola (SSB) di wilayah Jawa Barat juga harus menjadi jantung untuk menghasilkan pemain-pemain terbaik. Bukan hanya di tingkat nasional, tapi diharapkan dapat masuk ke kancah internasional.

"Pada saat bersamaan kita juga mendorong asprov Jabar agar berperan lebih di PSSI," ujar Caleg dari dapil Jabar I (Kota Bandung dan Kota Cimahi) itu.

Farhan menilai, masih ada sejumlah kendala dalam mengembangan sepakbola, baik di tingkat daerah maupun nasional. Salah satunya adalah infrastruktur lapangan. Perlu disiapkan infrastruktur yang baik dan memadai, yang memiliki nilai tambah untuk perkembangan sepakbola, dan manfaat lain bagi masyarakat.

"Infrastruktur lapangan sepakbola yang bagus untuk latihan, pertandingan, dan rekreasi harus terpisah. Harus dibangun oleh pemprov atau pemerintah kabupaten/kota," katanya.

Selain itu, kata dia, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas SDM dari para pelatih dan wasit. "Ini seratus persen tanggungjawab dari PSSI sampai ke asosiasi kota/kabupaten," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Viking, kelompok pendukung klab sepakbola Persib, Heru Joko. Menurutnya, hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan, mulai dari fasilitas seperti lapangan, sekolah sepakbola, hingga event-event.

Hal itu, kata dia, menjadi perhatian utama dari pemerintah provinsi. Apalagi, masyarakat Jawa Barat sangat menyukai sepakbola. Peran serta pemerintah terutama provinsi seharusnya bisa akomodir itu. 

"Ini kan olahraga yang cukup murah angarannya bila dibandingkan olahraga lain, tetapi sangat diminati oleh masyarakat, seharusnya bisa ditingkatkan segala sesuatunya," katanya.

Menurut Heru Joko, keberadaan SSB di Jabar seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah provinsi. Hal itu, kata dia sejalan dengan Inpres tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, yang telah dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Jadi itu semestinya bisa diaplikasikan sampai ke tingkat provinsi, kabupaten/kota, bahkan sampai ketingkat bawahnya lagi," katanya.

Joko mengatakan, SSB bersubsidi penting untuk anak-anak yang sebenarnya miliki prestasi di sepak bola, namun belum bisa menjangkau karena masalah biaya.

"Jadi intinya agar semua bisa dibenahi, sangat penting peran serta pemerintah untuk masalah ini," katanya.

Joko mengaku, dirinya belum melihat adanya dukungan dan peran aktif dari pemprov untuk memperbaiki persepakbolaan di Jawa Barat. Padahal, seharusnya disupport lagi peran aktif pemerintah, dari segi anggaran, pembinaan, fasilitas seperti lapangan. 

"Sehingga ke depan bisa menghasilkan para pemain-pemain hebat di negeri ini, yang bisa membawa harum nama bangsa di kancah internasional," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA