Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Musim ini, Tim Mercedes Waspadai Ferrari dan Red Bull

Selasa 26 Mar 2019 20:31 WIB

Red: Endro Yuwanto

Toto Wolff

Toto Wolff

Foto: AP/Mark Baker
Wolff mengungkapkan bahwa balapan di Bahrain memiliki sejumlah tantangan yang unik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala tim Mercedes AMG F1 Toto Wolff akan mewaspadai pertarungan ketat dengan rivalnya, Ferrari dan Red Bull, di balapan GP Bahrain akhir pekan nanti. Mercedes meraih poin penuh setelah finis 1-2 di seri pembuka, GP Australia, dengan margin waktu yang cukup lebar dari para pesaing terdekatnya.

"Tapi pertarungan baru saja dimulai, Ferrari akan mencoba semua yang bisa mereka lakukan untuk kembali dan Melbourne menunjukkan bahwa Red Bull memiliki sesuatu yang diandalkan dalam pertarungan," ujar Wolff seperti dikutip laman resmi Mercedes AMG F1 pada Selasa (26/3).

Valtteri Bottas mengunci kemenangan pertama bagi Mercedes musim ini, diikuti rekan satu timnya Lewis Hamilton di peringkat dua. Rival terdekat Mercedes di Melbourne adalah Max Verstappen, yang tampil impresif dengan mobil Red Bull RB15 bermesin Honda untuk podium ketiga setelah finis dengan margin 22,520 detik dari sang juara.

Sementara, duo pebalap Ferrari, Sebastian Vettel dan Charles Leclerc tertinggal jauh di posisi empat dan lima dengan selisih waktu lebih dari 57 detik dari Bottas. "Kami telah melihat potensi paket Ferrari di Barcelona, jadi kami kira mereka akan bangkit di Bahrain, dengan Red Bull juga tentunya" kata Wolff.

Ferrari telah mengantongi enam kemenangan di Bahrain. Trofi juara pertama diraih Michael Schumacer pada balapan perdana di sirkuit itu pada 2004. Kemudian Felipe Massa berjaya di Sakhir pada 2007 dan 2008.

Dua musim kemudian, pada 2010, giliran Fernando Alonso yang meraih podium bersama Ferrari di sana. Sebastian Vettel, yang mengincar gelar juara dunia kelima, menjadi juara bertahan di Sakhir setelah mengantongi dua trofi juara di dua musim terakhir.

Red Bull memiliki dua trofi juara di Sirkuit Sakhir yang diperoleh pada 2012 dan 2013. Kala itu Vettel masih membalap untuk tim yang masih menggunakan mesin Renault itu. 

Sedangkan Mercedes menjadi juara di sirkuit sepanjang 5,412 km yang berada di tengah gurun itu pada 2014 dan 2015 lewat Lewis Hamilton dan tahun 2016 lewat Nico Rosberg.

Wolff mengungkapkan bahwa balapan di Bahrain memiliki sejumlah tantangan yang unik karena setiap sesi digelar dengan kondisi yang berbeda. Sesi latihan bebas FP1 dan FP3 digelar pada siang hari di mana kondisi udara dan trek bisa sangat panas. Sedangkan FP2, kualifikasi dan balapan digelar pada sore hari yang memiliki temperatur lebih rendah.

"Perubahan temperatur ini menambah kerumitan ketika melakukan set-up mobil dan menemukan konfigurasi yang tepat yang bisa diandalkan untuk setiap sesi," kata Wolff.

Dominan di seri pembuka, Wolff menolak untuk jemawa. "Setelah tes di Barcelona, kami merasa jika kami adalah penantang. Apa pun hasilnya di Melbourne, pola pikir kami belum berubah sedari itu. Satu balapan tidak mencerminkan patokan urutan hingga akhir musim."

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA