Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

NTB Matangkan Kesiapan SDM Sambut MotoGP 2021

Rabu 27 Mar 2019 18:46 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Endro Yuwanto

Ruas jalan gerbang barat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (24/2/2019). Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep “Street Circuit”

Ruas jalan gerbang barat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (24/2/2019). Di kawasan pariwisata yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) itu akan dibangun sirkuit berkelas MotoGP dengan konsep “Street Circuit”

Foto: AHMAD_SUBAIDI
MotoGP 2021 di Mandalika membutuhkan sedikitnya seribu pekerja yang akan terlibat.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Gubernur Pemerintah Provinsi (NTB) Zulkieflimansyah akan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk mendukung penyelenggaraan balapan MotoGP 2021 di kawasan ekonomi (KEK) khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Ia menyampaikan hal itu saat rakor dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation, BUMN yang mengelola KEK Mandalika, Rabu (27/3).

"Selain memantapkan infrastruktur fisik, seperti sirkuit balapan, jalan by pass (bebas hambatan) dari bandara menuju KEK Mandalika dan perpanjangan landasan BIL, Pemprov NTB juga akan menyiapkan SDM yang qualified untuk menyambut MotoGP 2021," ujar Zul, sapaan akrab Zulkieflimansyah.

Zul mengatakan, rakor ini merupakan tindak lanjut atas pertemuan gubernur dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta pada Selasa (26/3) kemarin.

Dalam rakor bersama ITDC, lanjut dia, juga memastikan pembangunan infrastruktur yang diinstruksikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu agar dapat berjalan lancar, termasuk membahas dan mematangkan SDM masyarakat NTB yang akan terlibat pada perhelatan balapan motor terbesar di dunia itu.

"SDM anak-anak NTB harus disiapkan dengan baik. Berikan pendidikan, pelatihan, dan keterampilan yang memadai. Dinas kami harus menyiapkan kemampuan anak-anak kami sehingga ketika dites beberapa bulan sebelum MotoGP, kami lebih dari siap," kata Zul.

Menurut Zul, kesiapan SDM sangat penting dalam menyambut MotoGP 2021 lantaran membutuhkan sedikitnya seribu pekerja yang akan terlibat. "Bahkan untuk menjaga lintasan sirkuit saja, dibutuhkan 900 orang penjaga. Belum yang lain, seperti tenaga kerja yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur jalan, sirkuit, rumah sakit, dan hotel yang mencapai ribuan orang," jelas dia.

Oleh karena itu, Zul meminta para kepala OPD terkait untuk segara mengidentifikasi SDM dengan kualifikasi memenuhi syarat yang dibutuhkan MotoGP. Ia juga meminta seluruh kepala OPD NTB untuk ikut terlibat menyukseskan kesiapan menyambut MotoGP, seperti Dinas PU yang harus memastikan pembangunan jalan bebas hambatan dari BIL ke KEK Mandalika berjalan lancar, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kehutanan NTB memastikan lahan di kawasan tersebut tetap hijau saat MotoGP berlangsung.

"Mengapa OPD ini harus hadir, karena MotoGP ini menjadi magnet yang luar biasa. Jangan sampai kami menjadi pasif. Sambil menunggu 2021 datang, kami harus memastikan ITDC tidak bekerja sendiri," tegas Zul.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan, penunjukan KEK Mandalika sebagai tuan rumah MotoGP 2021 memberikan nilai tersendiri bagi NTB. "Dengan adanya event ini, maka banyak hal yang diperoleh masyarakat sebagai dampak positifnya," kata Abdulbar.

Abdulbar meminta dukungan semua pihak untuk menyukseskan persiapan MotoGP. Ia mengaku perjuangan NTB menjadi tuan rumah MotoGP tidak mudah lantaran harus bersaing dengan negara-negara lain dan juga daerah lain untuk bisa menjadi tuan rumah. "Kami sadar keberhasilan KEK Mandalika tidak terlepas dari dukungan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pusat," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA